Laura masih terjaga padahal waktu telah menunjukan pukul dua belas malam. Entah kenapa malam ini ia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Selalu terbangun dengan perasaan yang kian resah dan semakin tidak enak karena terus kepikiran ayahnya. Padahal beberapa jam yang lalu Senopati baru saja menghubungi. Wanita itu kemudian turun dari ranjang dan menuju ke kamar mandi. Laura kemudian menunaikan salat malam untuk menenangkan hatinya yang kian gundah. “Ya Allah, tolong lindungi papi,” doa Laura di akhir salatnya. Selesai salat malam, perasaan Laura jauh lebih tenang. Ia kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Menatap kilatan lampu di langit-langit kamar, meresapi suasana yang terasa begitu sunyi dan hening. Sehingga menghadirkan getar rindu untuk kedua orang tuanya yang jauh di sana.

