Kekhawatiran Kirani bertambah besar ketika beberapa hari setelah kedatangan Aldo pemuda itu tak menghubunginya lagi. “Jangan-jangan Mas Aldo betul-betul merasa ilfil karena sikap Ibu,” batin Kirani gundah. “Bu, kok Mas Aldo belum menghubungiku lagi, ya?” Kirani mengungkapkan keresahannya kepada Marni. “Begitu, ya? Kenapa tidak kamu saja yang menghubungi dia? Kamu punya nomor kontaknya, kan?” Marni balik bertanya. “Punya, sih. Tapi aku malu kalau harus menghubunginya terlebih dahulu,” ujar Kirani. “Kenapa harus malu? Memangnya kenapa?” tantang Marni. “Ya, aku kan perempuan, Bu. Malu kalau terlihat lebih agresif,” Kirani memberikan alasan. “Tidak selamanya perempuan itu harus selalu pasif. Nggak ada salahnya memiliki inisiatif . Toh apa yang kamu lakukan bukan hal yang tercela, hanya

