Pertemuan Kembali

2273 Kata

Kekhawatiran Kirani bertambah besar ketika beberapa hari setelah kedatangan Aldo pemuda itu tak menghubunginya lagi. “Jangan-jangan Mas Aldo betul-betul merasa ilfil karena sikap Ibu,” batin Kirani gundah. “Bu, kok Mas Aldo belum menghubungiku lagi, ya?” Kirani mengungkapkan keresahannya kepada Marni. “Begitu, ya? Kenapa tidak kamu saja yang menghubungi dia? Kamu punya nomor kontaknya, kan?” Marni balik bertanya. “Punya, sih. Tapi aku malu kalau harus menghubunginya terlebih dahulu,” ujar Kirani. “Kenapa harus malu? Memangnya kenapa?” tantang Marni. “Ya, aku kan perempuan, Bu. Malu kalau terlihat lebih agresif,” Kirani memberikan alasan. “Tidak selamanya perempuan itu harus selalu pasif. Nggak ada salahnya memiliki inisiatif . Toh apa yang kamu lakukan bukan hal yang tercela, hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN