Sampai waktu Magrib tiba, belum ada tanda-tanda bahwa Aldo akan datang. Marni dan Kirani baru selesai menunaikan salat Magrib. Sambil melipat mukena, Marni bertanya kepada Kirani. “Belum datang juga ya, si Aldo itu? Jangan-jangan batal datang, Ki,” ujar Marni cemas. Kirani tak menjawab. Dia pun sebetulnya bertanya-tanya di dalam hati. Mengapa Aldo belum datang juga? Bukankah sore tadi ia mengatakan akan datang langsung saat itu juga? Apabila tidak jadi datang, mengapa tidak ada kabar sama sekali? “Entahlah, Bu. Belum ada kabar lagi dari Mas Aldo. Bagaimana, ya?” tanya Kirani bingung. “Tunggu saja sampai Isya. Kalau belum datang juga, anggap saja batal datang,” putus Marni praktis. Kirani mengangguk. Kirani menyimpan mukenanya yang telah dilipat rapi ke dalam sajadah, lalu menggulung s

