“Anggap saja saranku ini nasihat dari seorang kakak. Aku orang luar, jadi bisa melihat masalahmu secara obyektif,” tambah Arun lagi. “Menurutmu begitu, Mas?” Kirani memandang Arun dengan tatapan takjub. Ucapan Arun barusan seolah membuka blokir pikiran yang selama ini menutup batin Kirani. Orang luar yang obyektif. Kalimat ini langsung menohok tepat di titik lemah Kirani. “Percaya kepadaku. Orang yang sudah pernah melakukan kesalahan akan jauh lebih waspada daripada orang yang belum pernah melakukan kesalahan sama sekali. Padahal tidak ada orang yang lepas dari khilaf dan salah sepanjang hidupnya,” nasihat Arun. Kirani tertegun. Rasa kagum dan hormat terhadap Arun tumbuh di dalam hati Kirani. Ia memandang Arun dari sudut pandang yang baru. “Maafkan dan terimalah ia kembali. Aku ikhl
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


