Fadhil dan Arun

1102 Kata

Sepasang mata Kirani membelalak lebar. Tiba-tiba saja Fadhil sudah berada di hadapannya. Mengapa ia bisa ada di sini? Kirani tak habis pikir.­­ Laila mengulum senyum dan menyembunyikannya di balik kain kerudung yang sengaja diangkatnya menutupi mulut. Laila beringsut lagi, semakin jauh dari Kirani dan Fadhil. Arun menatap Fadhil sambil menggaruk-garuk kepalanya yang beraroma wangi sehabis keramas pagi tadi. Ia kebingungan dengan kedatangan Fadhil yang tiba-tiba. Siapa orang ini? Fadhil mendekati Kirani dengan gerak langkah yang mantap. Pergerakan Fadhil tampak dalam gerakan lambat dari penglihatan Kirani. Bagaikan film yang disetel pelan, kedatangan Fadhil membuat Kirani merasa seperti menonton film horor. Kirani melirik Arun dari sudut mata. Arun pun sedang memandang terpelongo ke ar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN