Bintang Tamu Dadakan

1102 Kata

“Aku nggak menyangka kamu akan menawarinya menjadi pembawa acara,” cetus Dani heran. “Ya. Aku kagum juga sih dengan kepandaiannya bicara di depan umum,” ungkap Fadhil, tak sengaja jujur. “Hooo, ternyata kamu bisa punya rasa kagum juga toh, Fad. Aku kira kamu hanya bisa kagum kepada gadis cantik.” Dani tersenyum. “Tapi omong-omong, kalau betul mau menawarinya menjadi pembawa acara, mendingan dites dulu, deh,” lanjut Dani. “Kamu kurang yakin dengan kemampuannya, ya?” Fadhil mengerutkan dahi. “Ya, hanya demi memastikan saja. Apa betul dia cakap berbicara di depan kamera? Jangan-jangan dia hanya pandai bercerita di depan anak-anak atau temannya sesama guru.” Dani tertawa kecil. Fadhil terlihat sewot. “Wah, kamu meremehkan dia,” sanggah Fadhil seolah-olah tak terima Dani meragukan kemam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN