Musuh Jadi Teman

1988 Kata

“Wah, aku nggak tahu soal itu. Mungkin obat itu bisa juga buat orang berbadan kurus, ya? Nanti deh aku tanyakan tentang itu, Mas,” janji Kirani. “Oke. Aku tunggu kabarnya, ya. Lumayan kalau aku bisa agak gemuk, biar nggak seperti tiang listrik,” ujar Fadhil dengan raut wajah serius. Kirani ingin tertawa mendengar itu, tapi ia tahan karena wajah Fadhil tidak terlihat sedang bercanda. Salah-salah Fadhil bisa marah lagi. “Sip, Mas. Insya Allah kalau sudah ada jawaban segera aku kabari,” balas Kirani. Derap langkah kaki-kaki kecil terdengar menghampiri Kirani dan Fadhil. Kirani menoleh, ia melihat Atha datang dengan wajah berseri-seri. “Sudah ketemu botolnya?” tanya Kirani manis. “Cudah, Bu,” jawab Atha seraya menunjuk tonjolan yang menyembul dari dalam tasnya. “Salim dulu, Tha,” kata F

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN