Cemburu

1209 Kata

“Jadi, Nak Fadhil mau menemui Kirani?” tanya Marni kalem. “Iya, Bu. Saya dan Kirani ... ada sedikit salah paham,” jawab Fadhil pelan, sementara detak jantungnya bertalu kencang. “Begitu. Sebetulnya kalian ada masalah apa?” tanya Marni dengan tatapan mata yang teduh. Fadhil tak mengira, ibu segalak Marni bisa juga memandang dengan sorot mata yang menyejukkan. Seketika Fadhil merasa sungkan. Ia menjadi salah tingkah dan berkeringat dingin. “Apa—apa Kirani belum cerita, Bu?” Fadhil membalikkan pertanyaan Marni. “Sebetulnya sudah. Tapi Ibu ingin dengar kisah dari mulut Nak Fadhil sendiri,” jawab Marni berwibawa. Fadhil meneguk ludah, agar lebih mantap ketika berbicara. “Baik, Bu. Jadi begini ... ada gadis teman lama saya datang ke rumah. Dia minta tolong karena diusir dari kediaman la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN