Komentar Warganet

2215 Kata

“Aku turut berduka cita, Mas,” ujar Kirani tulus. Rasa sesak mengimpit d**a Kirani. Rasa sedihnya sungguh-sungguh dan tidak dibuat-buat. Bukan sekadar basa-basi Kirani mengatakan hal itu. Meskipun baru sekali bertemu dengan Mira, tapi Kirani sudah memiliki kesan tersendiri terhadap ibu kandung Fadhil. Menurut Kirani, Mira wanita yang baik dan keibuan. Tatapan matanya teduh dan membuat tenang siapapun yang memandang wajahnya. Masih segar di dalam ingatan Kirani, Mira yang terbaring lemah di tempat tidur. Kepala wanita itu ditutupi topi rajut. Saat topi itu agak tertarik ke belakang, Kirani melihat sedikit ubun-ubun kepala yang gundul akibat kemoterapi. “Terima kasih. Sekarang Ibu sudah tenang di alam sana,” balas Fadhil sendu. “Kalau boleh, saya ingin tahu makam Ibu, Mas,” cetus Kira

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN