Sebelum Badai Datang

1504 Kata

Renata baru bangun tidur pukul 8 pagi. Saat membuka mata, pemandangan pertama yang dilihatnya adalah Nareta adik kandungnya yang sedang menonton dari ponselnya. Nareta menoleh saat Renata duduk di kasur. “Bangun juga kamu, Mbak. Tidurmu pulas banget, aku nggak tega membangunkan,” kata Nareta. “Wajarlah. Aku kan baru pulang pukul satu dini hari,” sahut Renata dengan suara parau, khas suara orang yang baru bangun tidur. Tiba-tiba perut Renata berbunyi keras. Nareta menoleh lagi. Renata tersipu malu. “Aku lapar,” cetus Renata. “Tadi pagi sudah aku belikan bubur ayam yang dagang di depan rumah. Aku kira Mbak Rena akan bangun lebih cepat, ternyata lama. Sekarang buburnya pasti sudah dingin,” kata Nareta seraya mengangsurkan sebuah bungkusan di dalam mangkuk. “Nggak apa-apa dingin juga, ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN