Jalan Menuju Langsing

1980 Kata

“Kamu ... duta obat pelangsing?” Marni terbelalak. “Iya, Bu. Bagaimana menurut pendapat Ibu?” tanya Kirani dengan sorot mata berbinar-binar. “Siapa tadi nama orang yang menawarimu?” tanya Marni, masih syok dengan kisah yang disampaikan Kirani. “Oh, iya. Namanya Ibu Dibyo. Aku lupa mengatakan namanya,” jawab Kirani cepat. Kirani mendadak teringat akan kartu nama yang diberikan oleh Ibu Dibyo sebelum pergi. Ia bangkit dari duduk. “Sebentar, Bu. Beliau memberiku kartu nama,” ujar Kirani sebelum masuk kembali ke dalam kamarnya. Kirani mengambil dompet yang tersimpan di dalam tas kerjanya. Ia ingat telah menyimpan kartu nama Ibu Dibyo bersama lembaran uang yang diberikan oleh Ibu Dibyo. Setelah mendapatkan benda yang dicarinya, Kirani bergegas kembali menemui Marni. Saking bersemangatnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN