Dua mangkuk bakso tengkleng telah terhidang di depan Kirani dan Laila. Uap panasnya mengepul dan menguarkan aroma kuah yang khas, membuat rasa lapar Kirani bertambah parah. “Yuk, makan!” ajak Kirani dengan wajah berseri-seri. Ia menuangkan kccap manis, saus tomat, dan saus sambal ke dalam kuah baksonya. Setelah mengaduk baksonya secara merata, Kirani mulai menyedot mi yang disendokkan ke mulutnya. Ekspresi Kirani menikmati bakso membuat Laila tersenyum geli sekaligus senang. Ia gembira temannya itu telah melupakan kejadian tak mengenakkan sebelumnya dengan pemuda Lee Jong Suk KW tadi. “Baksonya kok nggak dimakan? Buat aku saja kalau nggak suka,” goda Laila. Tentu saja Laila hanya bercanda. Ia tahu betul bahwa Kirani merupakan penggemar bakso tengkleng kelas berat. “Nanti. Makanan pa

