Tentang Kepercayaan

2057 Kata

“Apa itu betul, Ren?” desak Fadhil lagi. “Kamu percaya itu, Mas?” tanya Renata dengan wajah hendak menangis. “Aku nggak tahu. Makanya aku tanya,” ketus Fadhil, bergeming dengan aksi memelas Renata. “Jadi, betul Mas percaya dengan desas-desus itu?” tuduh Renata. Kali ini pipinya sudah basah dengan air mata. “Ini bukan masalah percaya atau nggak percaya. Aku tanya tentang kenyataan,” tandas Fadhil lagi. “Aku kecewa sama kamu, Mas!” Renata bangkit dari duduknya. Ia berbalik, bersiap untuk pergi. Namun sebelum sempat berlari, tangannya sudah dicekal terlebih dahulu oleh Fadhil. “Jawab aku, Ren!” desak Fadhil seraya menatap tajam ke arah mata Renata. Renata menarik kasar tangannya yang dicekal oleh Fadhil, lalu balas berkata ketus, “Aku malas membahasnya sekarang. Aku sedang ada pekerj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN