“Ah, kebetulan Bu Kirani sudah datang,” cetus Bu Zuhriyah gembira, saat melihat Kirani memasuki gedung sekolah pada pukul 6.30 menit. “Eh, Bu Zuhriyah. Ibu mencari saya?” tanya Kirani heran. “Iya, saya tunggu-tunggu dari tadi, lho. Ayo ikut saya ke ruangan dulu,” ajak Bu Zuhriyah seraya memberi kode dengan jarinya. Kirani menurut. Ia mengekor di belakang Bu Zuhriyah. Sesampainya di dalam ruangan Bu Zuhriyah, Kirani dipersilakan duduk. Bu Zuhriyah mencondongkan tubuhnya ke depan, lalu berkata dengan tatapan serius. “Bagaimana Bu Kirani? Bersedia kan saya kenalkan dengan keponakan?” tanya Bu Zuhriyah dengan senyum manis di bibir. Kirani membalas senyum itu dengan senyuman malu-malu. “Insya Allah, Bu. Semoga Mas Daffan tidak kecewa setelah melihat saya,” ujar Kirani lemah. “Alhamdulill

