Lepas Magrib, Marni pulang ke rumah. “Assalamu’alaikum,” kata Marni saat memasuki rumah. “Wa’alaikumussalam,” jawab Kirani. Ia berdri menyambut Marni. “Siapa yang meninggal, Bu?” tanya Kirani ingin tahu. Marni duduk di sofa tempat ia biasa duduk, lalu mengipasi diri dengan sebuah buku yang tergeletak di meja. “Mbah Kartijah,” jawab Marni singkat. “Oh, Mbah Kartijah yang tinggal sendirian di dekat masjid itu, kan?” kata Kirani sambil mengingat-ingat. Mbah Kartijah perempuan sepuh yang umurnya kurang lebih 80 tahun. Sehari-hari, Mbah Kartijah mengenakan kebaya lusuh dan kain jarik sebagai pakaian. Kirani sering melihat Mbah Kartijah menyapu halaman rumahnya dengan sapu lidi, bahkan menyapu halaman masjid yang kotor akibat kejatuhan daun kering dari pohon jambu air yang tumbuh di sudu

