“Bagaimana ya, Dan. Kirani nggak bisa aku hubungi dan temui sama sekali. Nomor selulerku diblokir. Setiap kali aku ke rumahnya, dia sedang pergi. Kamu punya saran, nggak?” keluh Fadhil kepada Dani, usai mengunjungi rumah Kirani dan hanya mendapati Marni tanpa Kirani. Dani berpikir sejenak. Dahi Dani sampai mengerut karena ikut berpikir keras. “Kamu ada kenal dengan teman-temannya, nggak? Siapa tahu kamu bisa menemui Kirani melalui bantuan temannya,” usul Dani. Fadhil mengingat-ingat teman Kirani yang dikenalnya. Satu-satunya teman Kirani yang pernah ia ajak bicara hanyalah Laila, itu pun saat Laila dan dirinya sedang berselisih. Apes. “Aku nggak ada yang akrab dengan teman-temannya,” geleng Fadhil lesu. Dani menghela napas. “Sulit kalau begitu. Kecuali—” Dani menggant

