Bab. 19 - Perbedaan

2039 Kata

Terkadang, kita ingat apa yang orang bilang Tapi, lupa menengok apa kata hati sendiri.. *** Kenangan lama... Sore itu Disya asik nongkrong di warung tempat Abrar dan ibunya jualan cilok. Gadis itu tengah bertengkar dan ngambek pada ibunya. Hampir setengah jam ia curhat dan mendumel tak karuan. Bukan Abrar atau Rukmini yang diajak ngobrol, melainkan tiang kayu yang jadi tempatnya bersandar. Dari mulai ocehan Rahayu yang menyuruhnya belajar jadi anak penurut, kalem, dan lain-lain. Sampai masuk ke cerita inti, ketika Rahayu marah karena Disya tak sengaja memakan kue bolu, yang harusnya untuk acara arisan para ibu-ibu komplek. Bukan hanya itu, ia juga mencuri kue lapis legit beserta satu kardus roti Roma kelapa pagi tadi sebelum berangkat sekolah. Alhasil, pulangnya ia kena cecaran panja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN