Nadira Pingsan

1277 Kata
, , , , , , saat perdebatan antara Robin dan papahnya berlangsung tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan Robin " tok tok " " tok tok " suara ketukan pintu terdengar beberapa kali , " ya, masuk " Robin dan papahnya duduk di kursi yang saling berhadapan dan terhalang oleh meja Robin yang panjang " permisi pak , ada pak Erwin di luar , beliau ingin bertemu dengan pak Robin dan pak Danuarta , " ucap salah satu staff receptionist " ya , suruh masuk " ucap Robin sambil melonggarkan kemeja abu abu yang Robin kenakan , " selamat pagi , pak Danuarta , Robin " ucap pak Erwin sambil menyalami tangan Robin dan papah nya , " selamat pagi pak Erwin , silahkan duduk " lalu Robin memesankan minuman untuk mereka bertiga melalui telepon yang ada di meja kerja Robin " buatkan tiga gelas kopi hitam , " " bagaimana pak Danuarta dan Robin , apakah sudah ada jawaban atas perjodohan Andin dan Robin , " sebelum mereka menjawab , pak Erwin menekan papahnya Robin " saya ingatkan pak Danuarta , pak Danuarta tentu tidak ingin Robin sampai mengetahui semua rahasia pak Danuarta. " senyum licik yang tersemat pada bibir laki laki tua itu, " saya tidak akan ..... " ucapan Robin langsung di potong oleh papahnya , " kami setuju dengan perjodohan ini, tapi Robin tidak bisa meninggalkan istrinya , apa andin mau menjadi istri ke dua robin ? , jawaban pak Danuarta membuat Robin naik pitam " tidak mungkin , anak saya menjadi istri ke dua " pak Erwin berdiri dengan ekspresi kesal " saya tunggu jawaban Robin , ceraikan istrimu dan menikah dengan Andin, atau semua rahasia mu akan saya bongkar " ancam pak Erwin lalu beliau pergi meninggalkan ruangan Robin Robin berdiri sambil memukul meja kerjanya , " sebenarnya ini ada apa pah ? kenapa pak Erwin bicara seperti itu, rahasia apa ? cecer Robin pada papahnya " kamu tidak akan mengerti " pak Danuarta mengehempaskan badannya di kursi dengan wajah dengan penuh masalah , " paahhh , tolong kasih tau aku pah , rahasia apa sebenarnya , aku tidak mau menikahi Andin , aku tidak mau menyakiti Nadira !!!! " kali ini saja , papah minta tolong , turuti ke inginan papah, " " pah , aku menikahi Nadira karena papah menuntut Robin supaya cepat menikah agar perusahaan atas nama Robin , setelah Robin menikah , papah menginginkan Robin menikah kembali , maaf pah Robin bukan papah yang bisa nyakitin hati mamah dengan menikahi perempuan lain " " Robin , cukup " pak Danuarta sangat marah mendengar jawaban Robin , " papah tidak mau tahu , kamu setuju atau tidak , kamu harus menikah dengan Andin , dan ceraikan Nadira " pak Danuarta lalu pergi meninggalkan ruangan Robin " maafkan papah Robin , Nadira , semua salah papah , seharusnya papah tidak melakukan kesalahan di masa lalu papah " ucap pak Danuarta dengan wajah yang sangat sedih " aaarrrghhhh " Robin membanting dan mengacak acak semua barang yang ada di atas meja Robin , * * * * * * * * * * * * di dalam ruangan tempat kerja Nadira dan teman temannya , Andin mulai berulah memberikan pengumuman bahwa Andin akan menikah dengan Robin dalam waktu dekat , " pengumuman semua , ayo kumpul kumpul , berhubung saya sedang bahagia saat ini , semuanya boleh pulang cepat , dan cuti tidak di persulit , kecuali kamu Nadira " Andin menunjuk Nadira dengan ekspresi tidak suka " aku , kenapa hanya aku " tanya Nadira " karena kamu sok kecakepan , dan kamu perempuan gatel yang mendekati semua laki laki termasuk Robin " Nadira hanya terdiam tak merespon apapun " memangnya ada apa sampai kau bahagia seperti itu mbak " tanya salah satu karyawan yang penasaran " hmmmm , kasih tahu gak yaaa .... , dalam dekat ini saya dan Robin akan ....... menikaaaahhh " semua bertepuk tangan kecuali Nadira , Nadira seperti di sambar petir di siang bolong , hatinya terenyuh sakit mendengar pernyataan dari Andin , begitu juga dengan Dian sahabatnya yang sudah tahu kebenaran antara Nadira dengan Robin , " seriusan , ko bisa sih mbak Andin , " " iya , kita berdua di jodohkan , secara papah saya punya peranan penting pada perusahaan ini, jadi mulai hari ini panggil saya ibu CEO Robin , inget itu ya , kamu Nadira kenapa hanya diam , kaget ya , orang yang selama ini kamu godain tapi akan menikah dengan saya " Andin tertawa dengan bahagia , di saat semua karyawan yang lain memberi ucapan selamat justru Nadira pergi ke toilet , mata Nadira sudah hangat , Nadira tidak bisa lagi menahan butiran air yang tertahan pada pelupuk matanya , Nadira menangis sesegukan , kata kata Andin terngiang di telinga Nadira , " apakah benar apa yang di ucapkan oleh Andin hiks , hiks " Nadira menangis di dalam toilet , " dor dor " suara pintu toilet di ketuk seseorang dengan buru buru , " nad , nad buka pintunya , ini gua , Dian " Nadira tidak menjawab apapun , hanya menangis , " Nadira. , please .... buka pintunya , gua tahu apa yang saat ini Lo rasain , buka nad " teriak Dian sambil terus menggedor pintu toilet Nadira buru buru mengusap air matanya , lalu keluar dari dalam toilet , Nadira memaksakan senyumnya agar Dian tidak merasa hawatir dengan ke adaan nya , Dian langsung memeluk Nadira , dan mengusap punggung Nadira , " Lo gk apa apa kan " ucap Dian , " gak apa apa ko di " Nadira berusaha tersenyum " jangan bohongin diri sendiri , kalau mau nangis , nangis aja biar Lo lega " ucap Dian " heeiii gk apa apa ko , kenapa harus menangis " " nad " " dii... " " udah ya jangan di bahas lagi , " ucap Nadira mengajak Dian keluar dari toilet , " nad " " gk apa apa ko , nanti gua tanya langsung kebenarannya sama Robin , ini kan baru pernyataan dari Andin , kita kan gak tau kebenarannya " ucap Nadira untuk menenangkan hatinya dan Dian , setelah mereka berdua keluar dari toilet tiba tiba Nadira tersungkur jatuh ke lantai , tubuh Nadira lunglai lemas , " ya ampun Nadira , nad, " Dian kaget melihat Nadira pingsan , " nad , nad , hei bangun NAD , Nadira " Dian mulai panik dan meminta pertolongan pada orang lain, Dian dan salah satu teman kantornya membawa Nadira ke rumah sakit , Nadira saat ini masih belum siuman , semua barang barang Nadira ada pada Dian , lalu tiba tiba ponsel Nadira yang di dalam tas berdering , Dian mengabaikan bunyi ponsel Nadira karena memang tidak berani untuk membuka tas milik Nadira , ponsel Nadira kembali berdering, kali ini Dian memberanikan diri untuk melihat ponsel Nadira , terlihat di layar tertera nama " my bos my love " memanggil , Dian hanya melihatnya tidak berani untuk mengangkatnya , kemudian ponsel Nadira berdering kembali , " duh , angkat gak ya , takut salah ngomong gue " ucap Dian , lalu Dian mengangkat telepon dari Robin , " sayang , ko lama sih ngangkatnya " " maaf pak Robin , ini saya Dian " " loh ko hp Nadira ada di kamu , Nadira kemana ? " mmmmm itu " " itu apa , Nadira kemana ? " mmmmm Nadira di rumah sakit pak Robin, tadi di kantor Nadira pingsan , sampai sekarang belum siuman " ucapan Dian membuat panik Robin , " shareloc sekarang " Robin langsung menutup telponnya , , , , ,,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN