happy reading , , , ,
mohon maaf ya masih belibet dalam menyusun katanya ,
* * * * * * *
pagi itu semua terasa manis untuk Nadira dan juga Robin ,
mengingat apa yang mereka sudah lakukan malam tadi ,
malam yang begitu hangat sampai kedua nya terhanyut akan cinta mereka yang semakin dalam ,
sarapan sudah tak tersisa di kedua piring mereka ,
Robin membereskan tas kantornya sebelum berangkat hanya untuk memastikan semua barang barang nya tidak tertinggal , sementara itu Nadira membereskan piring beserta gelas yang mereka pakai untuk sarapan ,
" udah beres , berangkat yu " sambil mengelap tangan basahnya Nadira ,
" iya " melihat jam tangan yang di pakai Robin jam menunjukan pukul 08:00 pagi , mereka berdua bergegas menuju ke mobil untuk berangkat ke kantor ,
Robin melajukan mobil nya dengan kecepatan standar , kemacetan yang panjang bukan lagi menjadi hal yang baru, sudah rutinitasnya harus menghadapi kemacetan saat menuju kantor ,
sesampainya di kantor , mobil terparkir rapih , Nadira mengambil kaca kecil yang ada di dalam tas nya dan merapihkan rambutnya yang panjang terurai ,
" mau bertemu siapa , ? pake ngaca segala "
tanya Robin dengan wajah kesal ,
" aku cuma mau mastiin foundation yang aku pakein di leher tuh aman "
" maksudnya " tanya Robin dengan wajah heran
" kamu lupa ? , kamu mas yang bikin leher aku pada merah !!!! ucap Nadira dengan sedikit marah ,
Robin hanya tertawa kecil mendengarnya,
" apa yang lucu ? Nadira mengernyitkan dahi nya
" coba aku lihat " Robin mengibaskan rambut Nadira ,
" auugghh , apa apaan sih mas " robin malah menggigit leher Nadira ,
" gk apa apa sayang , biar orang tahu kamu sudah ada yang punya "
" bagai mana bisa , bukan kah pernikahan kita masih di rahasiakan , kalau orang orang lihat ada tanda merah di leher aku , apa kata mereka nanti " ucap Nadira dengan wajah cemberut
Robin mencium Nadira dengan lembut ,
" aku ingin semua orang tahu kamu adalah istri ku , apa kamu siap , tapi kamu tidak bisa bekerja lagi "
Robin mengelus pipi merahnya Nadira ,
" tapi mas , aku masih pengen kerja "
Nadira menggenggam tangan Robin ,
" apa kamu tidak ingin semua orang tahu , kamu adalah istriku "
nadira memjamkan matanya dan menghela nafas panjang ,
" aku takut "
" kenapa harus takut "
" aku takut mbak Andin mas "
Robin melepaskan tangannya , dan membalikkan pandangannya ,
" mbak Andin sangat terobsesi untuk memilikimu mas , jika nanti dia tahu aku adalah istrimu ...... "
" , nanti Andin kenapa , kenapa harus memikirkan orang lain " Robin langsung memotong perkataan Nadira ,
" jika memang mau kamu pernikahan kita tetap di rahasiakan , terserah kamu " Robin langsung keluar dari mobil nya
" mas , mas tunggu dulu " Nadira mengejar Robin untuk menjelaskan ,
" maasss " Nadira meraih tangan Robin
" tunggu mas , aku jelasin dulu "
" kita bahas di rumah saja ya " Robin melepaskan tangan Nadira , dan bergegas melangkahkan kaki nya ke dalam kantor
Nadira hanya terdiam memandang Robin yang semakin jauh melangkah ,
" apa aku salah ngomong " ucap Nadira sambil merapihkan rambut nya ,
, , , , , , , , ,
Nadira berpapasan dengan Dian saat akan memasuki ruangannya ,
" hai di " sapa Nadira tapi Dian hanya menoleh saja tidak menjawab apapun
" di , Lo masih marah sama gua " Nadira menarik tangan Dian ,
" apaan sih Lo , gak ada urusan w sama lo" Dian membentak Nadira dengan suara tinggi
" dengerin w di , w jelasin semua biar Lo gak salah paham sama gua "
" apa lagi sih nad, apalagi yang harus di jelasin "
" ikut w sekarang " Nadira menarik tangan Dian ke taman samping kantor
" lepasin nad, apaan sih Lo narik narik tangan gue "
" please dengerin w di , "
" ya udah cepet " teriak Dian
" duduk dulu "
" di , gua tahu , gua salah ngerahasiain ini dari Lo , tapi awalnya pernikahan gua sama pak Robin itu karena terpaksa , "
" haaahhh , maksudnya gimana? Dian mulai tertarik mendengarkan penjelasan Nadira ,
" jadi , pak Robin waktu malam pesta di kantor itu dia bawa w ke apartemennya karena Andin ngerjain gua sampe gua mabok gak sadarin diri, "
" terus , terus " Dian semakin penasaran
" pas w bangun paginya, keadaan w udah gak pakai baju , dan di samping gua lihat ada pak Robin yang hanya memakai piyamanya , lalu gua lihat si spray ada bercak merah seperti darah , gua shock di , w binging harus gimana , kebayang dong perasaan w kaya apa !!!!
" haahhh pak Robin kurang aja juga ya "
" bentar bentar, w belum selesai, jadi dari pada ntar w sampai hamil tapi gk ada suami, akhirnya Robin nikahin w dengan syarat tidak boleh ada yang tahu kecuali keluarga kita masing masing aja "
" licik banget pak bos , lanjut !!!!
" setelah pernikahan kita berjalan beberapa Minggu , yang kemarin kita di tempat makan ada si Andre itu, nah dia kayanya cemburu langsung bawa gua pulang ke rumah,
nah setelah kejadian itu , Robin mengatakan perasaannya , " Nadira sambil senyum
" what , jadi Robin cinta sama Lo "
" w gak tahu sih beneran apa enggak , tapi malam itu aku sama Robin melakukannya di , sangat hangat , sangat indah "
" aahhhhh , w jadi pengen, "
" nah pas pagi nya gua liat ada noda merah di spray , pas pagi itu w baru tahu ternyata pak Robin pas gua mabok dia gak ngelakuin apa apa ke gua, dia hanya mau nikahin gua karena perusahaan nya agar tetap atas nama dia , karena kalau dia gak segera menikah sebelum umur dia 30 thn , perusahaan akan di alihkan atas nama adik nya raya "
" licik banget si pak Robin " timbal Dian
" tapi sekarang hubungan gua sama Robin semakin hangat di , "
" uuhhhhhhh , pengeeennnn , "
" dasar Lo "
" udah kan sekarang Lo udah gk marah lagi "
Dian dan Nadira saling berpelukan
" udah yu kita masuk " ajak Nadira ,
" eh gede gak nad " ucap Dian sambil tertawa
" bangeeeettt " Nadira sambil tertawa geli mengatakannya ,
" sumpah Lo , jadi merinding gua " mereka tertawa bersama ,
* * * * * * * * * *
Robin masih memikirkan tentang perjodohan Robin dengan Andin ,
bagaimana caranya Robin untuk menolak dan membuat ayah nya Andin sadar bahwa Robin sudah memiliki istri ,
" tok tok "
" masuk " Robin mempersilahkan masuk seseorang yang mengetok pintu ruangannya ,
" pah " Robin langsung bangkit dari tempat duduknya ,
" bagaimana ? sudah kamu pikirkan ?
" jawabanku tetap sama pah, aku tidak mungkin menyakiti Nadira "
" papah tahu , papah juga lebih menyukai Nadira di banding Andin , tapi .... "
" tapi apa pah , " papah berhutang Budi , atau papah takut kehilangan investor , pah investor Kita banyak , tidak akan mempengaruhi apapun jika ayahnya Andin menarik semua nya "
Robin naik pital dengan meninggikan suaranya ,
" kamu gak akan mengerti " ucap papah nya Robin
" apa pah. apa yang tidak aku mengerti "
" papah hanya takut jika ..... "
" tok tok " belum sempat pak Danuarta melanjutkan perkataanya , ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan Robin