Nadira Berbaikan dengan sahabatnya

1274 Kata
happy reading , , , , mohon maaf ya masih belibet dalam menyusun katanya , * * * * * * * pagi itu semua terasa manis untuk Nadira dan juga Robin , mengingat apa yang mereka sudah lakukan malam tadi , malam yang begitu hangat sampai kedua nya terhanyut akan cinta mereka yang semakin dalam , sarapan sudah tak tersisa di kedua piring mereka , Robin membereskan tas kantornya sebelum berangkat hanya untuk memastikan semua barang barang nya tidak tertinggal , sementara itu Nadira membereskan piring beserta gelas yang mereka pakai untuk sarapan , " udah beres , berangkat yu " sambil mengelap tangan basahnya Nadira , " iya " melihat jam tangan yang di pakai Robin jam menunjukan pukul 08:00 pagi , mereka berdua bergegas menuju ke mobil untuk berangkat ke kantor , Robin melajukan mobil nya dengan kecepatan standar , kemacetan yang panjang bukan lagi menjadi hal yang baru, sudah rutinitasnya harus menghadapi kemacetan saat menuju kantor , sesampainya di kantor , mobil terparkir rapih , Nadira mengambil kaca kecil yang ada di dalam tas nya dan merapihkan rambutnya yang panjang terurai , " mau bertemu siapa , ? pake ngaca segala " tanya Robin dengan wajah kesal , " aku cuma mau mastiin foundation yang aku pakein di leher tuh aman " " maksudnya " tanya Robin dengan wajah heran " kamu lupa ? , kamu mas yang bikin leher aku pada merah !!!! ucap Nadira dengan sedikit marah , Robin hanya tertawa kecil mendengarnya, " apa yang lucu ? Nadira mengernyitkan dahi nya " coba aku lihat " Robin mengibaskan rambut Nadira , " auugghh , apa apaan sih mas " robin malah menggigit leher Nadira , " gk apa apa sayang , biar orang tahu kamu sudah ada yang punya " " bagai mana bisa , bukan kah pernikahan kita masih di rahasiakan , kalau orang orang lihat ada tanda merah di leher aku , apa kata mereka nanti " ucap Nadira dengan wajah cemberut Robin mencium Nadira dengan lembut , " aku ingin semua orang tahu kamu adalah istri ku , apa kamu siap , tapi kamu tidak bisa bekerja lagi " Robin mengelus pipi merahnya Nadira , " tapi mas , aku masih pengen kerja " Nadira menggenggam tangan Robin , " apa kamu tidak ingin semua orang tahu , kamu adalah istriku " nadira memjamkan matanya dan menghela nafas panjang , " aku takut " " kenapa harus takut " " aku takut mbak Andin mas " Robin melepaskan tangannya , dan membalikkan pandangannya , " mbak Andin sangat terobsesi untuk memilikimu mas , jika nanti dia tahu aku adalah istrimu ...... " " , nanti Andin kenapa , kenapa harus memikirkan orang lain " Robin langsung memotong perkataan Nadira , " jika memang mau kamu pernikahan kita tetap di rahasiakan , terserah kamu " Robin langsung keluar dari mobil nya " mas , mas tunggu dulu " Nadira mengejar Robin untuk menjelaskan , " maasss " Nadira meraih tangan Robin " tunggu mas , aku jelasin dulu " " kita bahas di rumah saja ya " Robin melepaskan tangan Nadira , dan bergegas melangkahkan kaki nya ke dalam kantor Nadira hanya terdiam memandang Robin yang semakin jauh melangkah , " apa aku salah ngomong " ucap Nadira sambil merapihkan rambut nya , , , , , , , , , , Nadira berpapasan dengan Dian saat akan memasuki ruangannya , " hai di " sapa Nadira tapi Dian hanya menoleh saja tidak menjawab apapun " di , Lo masih marah sama gua " Nadira menarik tangan Dian , " apaan sih Lo , gak ada urusan w sama lo" Dian membentak Nadira dengan suara tinggi " dengerin w di , w jelasin semua biar Lo gak salah paham sama gua " " apa lagi sih nad, apalagi yang harus di jelasin " " ikut w sekarang " Nadira menarik tangan Dian ke taman samping kantor " lepasin nad, apaan sih Lo narik narik tangan gue " " please dengerin w di , " " ya udah cepet " teriak Dian " duduk dulu " " di , gua tahu , gua salah ngerahasiain ini dari Lo , tapi awalnya pernikahan gua sama pak Robin itu karena terpaksa , " " haaahhh , maksudnya gimana? Dian mulai tertarik mendengarkan penjelasan Nadira , " jadi , pak Robin waktu malam pesta di kantor itu dia bawa w ke apartemennya karena Andin ngerjain gua sampe gua mabok gak sadarin diri, " " terus , terus " Dian semakin penasaran " pas w bangun paginya, keadaan w udah gak pakai baju , dan di samping gua lihat ada pak Robin yang hanya memakai piyamanya , lalu gua lihat si spray ada bercak merah seperti darah , gua shock di , w binging harus gimana , kebayang dong perasaan w kaya apa !!!! " haahhh pak Robin kurang aja juga ya " " bentar bentar, w belum selesai, jadi dari pada ntar w sampai hamil tapi gk ada suami, akhirnya Robin nikahin w dengan syarat tidak boleh ada yang tahu kecuali keluarga kita masing masing aja " " licik banget pak bos , lanjut !!!! " setelah pernikahan kita berjalan beberapa Minggu , yang kemarin kita di tempat makan ada si Andre itu, nah dia kayanya cemburu langsung bawa gua pulang ke rumah, nah setelah kejadian itu , Robin mengatakan perasaannya , " Nadira sambil senyum " what , jadi Robin cinta sama Lo " " w gak tahu sih beneran apa enggak , tapi malam itu aku sama Robin melakukannya di , sangat hangat , sangat indah " " aahhhhh , w jadi pengen, " " nah pas pagi nya gua liat ada noda merah di spray , pas pagi itu w baru tahu ternyata pak Robin pas gua mabok dia gak ngelakuin apa apa ke gua, dia hanya mau nikahin gua karena perusahaan nya agar tetap atas nama dia , karena kalau dia gak segera menikah sebelum umur dia 30 thn , perusahaan akan di alihkan atas nama adik nya raya " " licik banget si pak Robin " timbal Dian " tapi sekarang hubungan gua sama Robin semakin hangat di , " " uuhhhhhhh , pengeeennnn , " " dasar Lo " " udah kan sekarang Lo udah gk marah lagi " Dian dan Nadira saling berpelukan " udah yu kita masuk " ajak Nadira , " eh gede gak nad " ucap Dian sambil tertawa " bangeeeettt " Nadira sambil tertawa geli mengatakannya , " sumpah Lo , jadi merinding gua " mereka tertawa bersama , * * * * * * * * * * Robin masih memikirkan tentang perjodohan Robin dengan Andin , bagaimana caranya Robin untuk menolak dan membuat ayah nya Andin sadar bahwa Robin sudah memiliki istri , " tok tok " " masuk " Robin mempersilahkan masuk seseorang yang mengetok pintu ruangannya , " pah " Robin langsung bangkit dari tempat duduknya , " bagaimana ? sudah kamu pikirkan ? " jawabanku tetap sama pah, aku tidak mungkin menyakiti Nadira " " papah tahu , papah juga lebih menyukai Nadira di banding Andin , tapi .... " " tapi apa pah , " papah berhutang Budi , atau papah takut kehilangan investor , pah investor Kita banyak , tidak akan mempengaruhi apapun jika ayahnya Andin menarik semua nya " Robin naik pital dengan meninggikan suaranya , " kamu gak akan mengerti " ucap papah nya Robin " apa pah. apa yang tidak aku mengerti " " papah hanya takut jika ..... " " tok tok " belum sempat pak Danuarta melanjutkan perkataanya , ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan Robin
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN