malam yang pendek

1423 Kata
Happy reading 17+ , , , , , , , , Nadira menunggu Robin di parkiran seperti biasa , selang beberapa menit Robin terlihat pada kedua netranya , Nadira pun tersenyum sumringah kala Robin suaminya sudah menampakan diri , dengan setelan jas berwarna hitam nya , " sudah lama nunggu ya " ucap Robin pada Nadira , " enggak ko , " Nadira menjawab sambil tersenyum Robin merasa bersalah melihat senyuman Nadira , bagaimana mungkin Robin memberitahukan masalah tadi pada Nadira , Robin dan Nadira memasuki mobil , di dalam perjalanan Robin hanya terfokus pada masalah perjodohan dengan Andin , sehingga Robin mengabaikan Nadira yang berada dalam di mobil nya , " maaasss " panggil Nadira dengan suara lembutnya , tapi Robin tak menjawab apapun , " maasss " Nadira mencoba memanggil suaminya dengan menempelkan telapak tangannya pada tangan Robin , ekspresi Robin seperti baru sadar dari lamunannya , " iya sayang " Robin mengelus tangan Nadira " ada apa ? are u okey ? nadira bertanya sambil memandang Robin yang sangat fokus menyetir " ada masalah sedikit sayang, tapi ya udah selesai ko " " oh " Nadira tidak berani menanyakan lebih lanjut. " sepertinya ada yang di sembunyikan dari mas Robin , tapi apa yaa " ucap Nadira dalam hati , sesampainya di rumah , mereka berdua membersihkan tubuhnya masing masing , nadira dengan gesit mempersiapkan makan malam untuk di makan mereka berdua , sambil menunggu Robin selesai mandi Nadira menata semua masakan nya di meja makan , " hmmmm kurang apa lagi ya , " Nadira sambil memperhatikan setiap detail di meja makan , " oh iya air minum belum aku ambil " setelah semua beres , Nadira menunggu Robin turun dari kamarnya , tapi sudah agak lama Robin tidak kunjung terlihat , Nadira memutuskan untuk memanggil Robin di kamarnya , " pah , saya tidak mau , saya sudah ada Nadira , tolong hargai pernikahan kami pah " suara Robin dalam kamar yang terdengar sangat marah , Nadira mendengar di balik pintu kamar , dengan perasaan tidak karuan ,dan bertanya tanya , ada apa sebenarnya , apa yang terjadi ? setelah cukup lama Nadira berdiri di balik pintu, Robin membuka pintu dan mendapati kehadiran Nadira , dengan ekspresi yang kaget Robin bertanya dengan suara yang gugup , " sss, , ,ssaay,,aanngg , kamu ngapain disini " " aku mau susulin kamu buat makan, nanti masakannya keburu dingin , " Robin berjalan menuruni anak tangga dengan beriringan bersama Nadira , Robin masih terus saja memikirkan masalah itu, bagaimana perjodohan ini tidak terlaksana , " maaf sayang , sudah buat kamu menunggu lama " ucap Robin sambil melingkarkan salah satu tanggannya pada pinggang rampingnya Nadira , di dalam suasana makan malam pun tidak ada obrolan apapun , hening dan sunyi , tapi Nadira masih tidak berani menanyakan kepada Robin , setelah makanan tersapu habis , Nadira membereskan semuanya dan mencuci piring dan gelas yang sudah mereka ber Dua gunakan , di dapatinya Robin tidak terlihat di mana mana , Nadira mencari cari keberadaan Robin , Nadira melihat Robin sedang menerima telponnya di halaman belakang dekat kolam renang , " mungkin hari ini Robin sangat sibuk karena sudah beberapa hari tidak masuk kerja " ucap Nadira sambil meregangkan tangannya , Nadira memutuskan kembali ke kamarnya untuk beristirahat , ' seperti biasa Nadira berganti pakaian tidurnya saat akan tidur dan membersihkan dirinya , setelah keluar dari kamar mandi , terlihat Robin yang sedang duduk di kasur sambil memainkan handphonenya , Nadira hanya menghela nafasnya , dan bergerak menuju ke cermin panjangnya untuk merapihkan rambutnya , tiba tiba kedua tangan kekar yang tumbuhi bulu bulu melingkar pada pinggang Nadira dari belakang , " sayang , maaf ya bulan madu kita gagal karena urusan yang mendesak , " Robin mengatakan pada Nadira sambil memeluknya dari belakang dan menempelkan dagu Robin pada bahu Nadira , Nadira hanya tersenyum melihat ke arah cermin , Robin memejamkan matanya dan pelukan Robin semakin erat pada tubuh Nadira , " aku mencintaimu sayang " ucap Robin " iya sayang , " Nadira sambil mengelus tangan Robin dengan lembut , Robin membuka matanya dan membalikkan tubuh Nadira agar berhadapan dengan Robin , mereka berdua dalam posisi berhadapan dan saling bertatapan, tangan Robin mulai gentayangan menjelajahi tvubvh nadira, Nadira hanya merasakan sentuhan Robin , Robin mendaratkan ciumannya pada leher Nadira , yang membuat Nadira meremas tangan Robin , lalu Robin mengulum bibir mungil yang berwarna merah dengan penuh cinta , setelah beberapa lama Robin mencumbu Nadira , Robin lalu menggendong Nadira ke ranjangnya , Robin memandangi wajah cantik Nadira , " aku sangat mencintaimu sayang " ucap Robin sambil mengelus pipi merahnya Nadira , Nadira hanya menatap Robin dengan penuh cinta , Robin membuka satu persatu baju Nadira sehingga tubuh Nadira tidak tertutup sehelai benang pun , ciuman Robin mengarah pada tonjolan hitam yang menantang seolah ingin segara robin mengulumnya , Robin memainkan dan sesekali menggigit tonjolan hitam itu , dan entah sudah berapa lama tangan Robin bermain pada bagian bawah Nadira , Nadira hanya memejamkan matanya dengan nafas yang memburu , Robin mengarahkan ciumannya pada bagian bawah Nadira yang saat ini sudah basah mengeluarkan lendir berwarna putih , lalu mereka melakukannya dengan sangat lembut , beberapa jam pun berlalu tapi mereka berdua layaknya suami istri yang baru di pertemukan tidak berhenti sampai keduanya pun lelah dan tertidur dengan sendirinya , * * * * * * * jam alarampun sudah berbunyi tapi mata mereka seakan ada perekatnya sehingga susah untuk membuka mata , Nadira membuka matanya dan bersiap untuk mandi , meskipun rasa mengantuk masih menempel pada dirinya , " kenapa malam ini terasa pendek sekali , baru saja tidur alaram sudah berbunyi " ucap Nadira masih menguap ngantuk , Nadira mengambil baju nya yang berserakan di lantai dan menuju ke kamar mandi , air yang dingin membasahi tubuh Nadira , Nadira membasahi rambutnya dengan perasaan yang bahagia , saat selesai mandi , Nadira melihat tubuhnya di dal cermin yang masih menggunakan handuk , " haaahhhh ini apaan " ekspresi Nadira terkaget melihat banyak tanda merah pada lehernya , kecil tapi warnanya sangat pekat , sekitar ada tiga di leher dan di sekitar dadanya ada dua tanda seperti itu , " aaahhh pasti Robin , ko bisa aku gak tahu sih , ini nanti gimana aku nutupinnya , " Nadira mengoceh dengan ekpresi sedikit kesal tapi lucu , lalu Nadira keluar dari kamar mandi dan menempelkan foundation beberapa lapisan agar tanda merah pada lehernya tidak terlihat , lalu memakai kemeja berwarna merah muda dan rok span berwarna hitam pendek , setelah memekai riasan wajah yang tipis , Nadira mengeringkan rambutnya dengan pengering rambut , karena suaranya sedikit berisik , membuat Robin membuka matanya , dengan mata yang masih tertutup Robin duduk di atas kasur yang hanya memakai selimut untuk menutupi tubvuhnya , " sayang udah bangun " suara Robin terdengar berat " udah, kamu sana mas mandi , biar gak ngantuk lagi " nadira masih mengeringkan rambutnya , " ini jam berapa emangnya , ko cepat sekali udah pagi aja " ucap Robin masih malas malasan di atas kasur , " jam 06 mas " " haahhh masih pagi banget , aku lanjut tidur lagi ya 5 menit aja " ucap Robin sambil menutupi wajahnya dengan selimut , Nadira hanya tersenyum melihat Robin , setelah rambutnya kering, Nadira membiarkan rambut panjangnya terurai indah , Nadira membuka gorden kamarnya dan membiarkan sinar matahari menghangatkan kamarnya seperti malam tadi yang begitu hangat , setelah semua selesai Nadira membangunkan Robin , " maasss bangun , ayo cepat mandi , " " Lima menit lagi sayang , " ucap Robin dengan suara mengantuk nadira membuka selimut Robin dan mencium pipi Robin , " sayang bangun " Nadira membisikannya dengan lembut lalu Robin langsung terbangun , " cantik " ucap Robin sambil menatap Nadira , saat Robin akan mencium Nadira , Nadira memundurkan badannya , " mandi sana , " Nadira mendorong Robin agar cepat bangun dan pergi mandi , " aku siapkan sarapan dulu ya " ucap Nadira sambil membuka pintu Robin bergegas menuju ke kamar mandi , sementara di dapur Nadira dengan cepat membuat sarapan , dua piring nasi goreng dan dua gelas s**u sudah tersedia di atas meja , tinggal menunggu kehadiran Robin untuk sarapan , setelah beberapa menit Robin turun dengan memakai stelan jas berwarna silver yang membuatnya semakin terlihat tampan dan mempesona , sebelum Robin mendaratkan dudukannya pada kursi , Robin menghampiri Nadira terlebih dulu yang sudah dari tadi menunggu Robin di meja makan hanya untuk sekedar mencium kening Nadira ,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN