Happy reading
17+
, , , , , , , ,
Nadira menunggu Robin di parkiran seperti biasa ,
selang beberapa menit Robin terlihat pada kedua netranya , Nadira pun tersenyum sumringah kala Robin suaminya sudah menampakan diri , dengan setelan jas berwarna hitam nya ,
" sudah lama nunggu ya " ucap Robin pada Nadira ,
" enggak ko , " Nadira menjawab sambil tersenyum
Robin merasa bersalah melihat senyuman Nadira , bagaimana mungkin Robin memberitahukan masalah tadi pada Nadira ,
Robin dan Nadira memasuki mobil , di dalam perjalanan Robin hanya terfokus pada masalah perjodohan dengan Andin , sehingga Robin mengabaikan Nadira yang berada dalam di mobil nya ,
" maaasss " panggil Nadira dengan suara lembutnya , tapi Robin tak menjawab apapun ,
" maasss " Nadira mencoba memanggil suaminya dengan menempelkan telapak tangannya pada tangan Robin , ekspresi Robin seperti baru sadar dari lamunannya ,
" iya sayang " Robin mengelus tangan Nadira
" ada apa ? are u okey ? nadira bertanya sambil memandang Robin yang sangat fokus menyetir
" ada masalah sedikit sayang, tapi ya udah selesai ko "
" oh " Nadira tidak berani menanyakan lebih lanjut.
" sepertinya ada yang di sembunyikan dari mas Robin , tapi apa yaa " ucap Nadira dalam hati ,
sesampainya di rumah , mereka berdua membersihkan tubuhnya masing masing ,
nadira dengan gesit mempersiapkan makan malam untuk di makan mereka berdua , sambil menunggu Robin selesai mandi Nadira menata semua masakan nya di meja makan ,
" hmmmm kurang apa lagi ya , " Nadira sambil memperhatikan setiap detail di meja makan ,
" oh iya air minum belum aku ambil "
setelah semua beres , Nadira menunggu Robin turun dari kamarnya , tapi sudah agak lama Robin tidak kunjung terlihat ,
Nadira memutuskan untuk memanggil Robin di kamarnya ,
" pah , saya tidak mau , saya sudah ada Nadira , tolong hargai pernikahan kami pah " suara Robin dalam kamar yang terdengar sangat marah ,
Nadira mendengar di balik pintu kamar , dengan perasaan tidak karuan ,dan bertanya tanya , ada apa sebenarnya , apa yang terjadi ?
setelah cukup lama Nadira berdiri di balik pintu, Robin membuka pintu dan mendapati kehadiran Nadira , dengan ekspresi yang kaget Robin bertanya dengan suara yang gugup ,
" sss, , ,ssaay,,aanngg , kamu ngapain disini "
" aku mau susulin kamu buat makan, nanti masakannya keburu dingin , "
Robin berjalan menuruni anak tangga dengan beriringan bersama Nadira , Robin masih terus saja memikirkan masalah itu, bagaimana perjodohan ini tidak terlaksana ,
" maaf sayang , sudah buat kamu menunggu lama " ucap Robin sambil melingkarkan salah satu tanggannya pada pinggang rampingnya Nadira ,
di dalam suasana makan malam pun tidak ada obrolan apapun , hening dan sunyi , tapi Nadira masih tidak berani menanyakan kepada Robin ,
setelah makanan tersapu habis , Nadira membereskan semuanya dan mencuci piring dan gelas yang sudah mereka ber Dua gunakan ,
di dapatinya Robin tidak terlihat di mana mana ,
Nadira mencari cari keberadaan Robin ,
Nadira melihat Robin sedang menerima telponnya di halaman belakang dekat kolam renang ,
" mungkin hari ini Robin sangat sibuk karena sudah beberapa hari tidak masuk kerja " ucap Nadira sambil meregangkan tangannya ,
Nadira memutuskan kembali ke kamarnya untuk beristirahat , '
seperti biasa Nadira berganti pakaian tidurnya saat akan tidur dan membersihkan dirinya ,
setelah keluar dari kamar mandi , terlihat Robin yang sedang duduk di kasur sambil memainkan handphonenya ,
Nadira hanya menghela nafasnya , dan bergerak menuju ke cermin panjangnya untuk merapihkan rambutnya ,
tiba tiba kedua tangan kekar yang tumbuhi bulu bulu melingkar pada pinggang Nadira dari belakang ,
" sayang , maaf ya bulan madu kita gagal karena urusan yang mendesak , " Robin mengatakan pada Nadira sambil memeluknya dari belakang dan menempelkan dagu Robin pada bahu Nadira ,
Nadira hanya tersenyum melihat ke arah cermin ,
Robin memejamkan matanya dan pelukan Robin semakin erat pada tubuh Nadira ,
" aku mencintaimu sayang " ucap Robin
" iya sayang , " Nadira sambil mengelus tangan Robin dengan lembut ,
Robin membuka matanya dan membalikkan tubuh Nadira agar berhadapan dengan Robin ,
mereka berdua dalam posisi berhadapan dan saling bertatapan,
tangan Robin mulai gentayangan menjelajahi tvubvh nadira,
Nadira hanya merasakan sentuhan Robin ,
Robin mendaratkan ciumannya pada leher Nadira , yang membuat Nadira meremas tangan Robin , lalu Robin mengulum bibir mungil yang berwarna merah dengan penuh cinta ,
setelah beberapa lama Robin mencumbu Nadira ,
Robin lalu menggendong Nadira ke ranjangnya ,
Robin memandangi wajah cantik Nadira ,
" aku sangat mencintaimu sayang " ucap Robin sambil mengelus pipi merahnya Nadira ,
Nadira hanya menatap Robin dengan penuh cinta ,
Robin membuka satu persatu baju Nadira sehingga tubuh Nadira tidak tertutup sehelai benang pun ,
ciuman Robin mengarah pada tonjolan hitam yang menantang seolah ingin segara robin mengulumnya ,
Robin memainkan dan sesekali menggigit tonjolan hitam itu , dan entah sudah berapa lama tangan Robin bermain pada bagian bawah Nadira ,
Nadira hanya memejamkan matanya dengan nafas yang memburu ,
Robin mengarahkan ciumannya pada bagian bawah Nadira yang saat ini sudah basah mengeluarkan lendir berwarna putih ,
lalu mereka melakukannya dengan sangat lembut , beberapa jam pun berlalu tapi mereka berdua layaknya suami istri yang baru di pertemukan tidak berhenti sampai keduanya pun lelah dan tertidur dengan sendirinya ,
* * * * * * *
jam alarampun sudah berbunyi tapi mata mereka seakan ada perekatnya sehingga susah untuk membuka mata ,
Nadira membuka matanya dan bersiap untuk mandi , meskipun rasa mengantuk masih menempel pada dirinya ,
" kenapa malam ini terasa pendek sekali , baru saja tidur alaram sudah berbunyi " ucap Nadira masih menguap ngantuk ,
Nadira mengambil baju nya yang berserakan di lantai dan menuju ke kamar mandi ,
air yang dingin membasahi tubuh Nadira , Nadira membasahi rambutnya dengan perasaan yang bahagia ,
saat selesai mandi , Nadira melihat tubuhnya di dal cermin yang masih menggunakan handuk ,
" haaahhhh ini apaan " ekspresi Nadira terkaget melihat banyak tanda merah pada lehernya , kecil tapi warnanya sangat pekat , sekitar ada tiga di leher dan di sekitar dadanya ada dua tanda seperti itu ,
" aaahhh pasti Robin , ko bisa aku gak tahu sih , ini nanti gimana aku nutupinnya , " Nadira mengoceh dengan ekpresi sedikit kesal tapi lucu ,
lalu Nadira keluar dari kamar mandi dan menempelkan foundation beberapa lapisan agar tanda merah pada lehernya tidak terlihat ,
lalu memakai kemeja berwarna merah muda dan rok span berwarna hitam pendek ,
setelah memekai riasan wajah yang tipis , Nadira mengeringkan rambutnya dengan pengering rambut , karena suaranya sedikit berisik , membuat Robin membuka matanya ,
dengan mata yang masih tertutup Robin duduk di atas kasur yang hanya memakai selimut untuk menutupi tubvuhnya ,
" sayang udah bangun " suara Robin terdengar berat
" udah, kamu sana mas mandi , biar gak ngantuk lagi " nadira masih mengeringkan rambutnya ,
" ini jam berapa emangnya , ko cepat sekali udah pagi aja " ucap Robin masih malas malasan di atas kasur ,
" jam 06 mas "
" haahhh masih pagi banget , aku lanjut tidur lagi ya 5 menit aja " ucap Robin sambil menutupi wajahnya dengan selimut ,
Nadira hanya tersenyum melihat Robin ,
setelah rambutnya kering, Nadira membiarkan rambut panjangnya terurai indah ,
Nadira membuka gorden kamarnya dan membiarkan sinar matahari menghangatkan kamarnya seperti malam tadi yang begitu hangat ,
setelah semua selesai Nadira membangunkan Robin ,
" maasss bangun , ayo cepat mandi , "
" Lima menit lagi sayang , " ucap Robin dengan suara mengantuk
nadira membuka selimut Robin dan mencium pipi Robin ,
" sayang bangun " Nadira membisikannya dengan lembut
lalu Robin langsung terbangun ,
" cantik " ucap Robin sambil menatap Nadira ,
saat Robin akan mencium Nadira , Nadira memundurkan badannya ,
" mandi sana , "
Nadira mendorong Robin agar cepat bangun dan pergi mandi ,
" aku siapkan sarapan dulu ya " ucap Nadira sambil membuka pintu
Robin bergegas menuju ke kamar mandi ,
sementara di dapur Nadira dengan cepat membuat sarapan ,
dua piring nasi goreng dan dua gelas s**u sudah tersedia di atas meja , tinggal menunggu kehadiran Robin untuk sarapan ,
setelah beberapa menit Robin turun dengan memakai stelan jas berwarna silver yang membuatnya semakin terlihat tampan dan mempesona ,
sebelum Robin mendaratkan dudukannya pada kursi , Robin menghampiri Nadira terlebih dulu yang sudah dari tadi menunggu Robin di meja makan hanya untuk sekedar mencium kening Nadira ,