"Dia baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan—" "Chek lagi, dia hampir mati beberapa saat yang lalu, aku akan menuntut mu jika terjadi sesuatu kepadanya," ucap Liam dingin. Alana menghela nafas panjang, sudah hampir satu jam ia berada di sini melakukan pengecekan yang sama berulang kali, ia bahkan bisa melihat dokter yang kini mengecek denyut nadi nya menahan nafas dengan wajah tertekan. Alana bahkan tidak mengerti kenapa Liam terlihat sangat peduli kepadanya, hubungan singkat yang terjadi antara membuat Alana diam-diam merasa bersyukur bertemu Liam, terlepas dari sikap menyebalkan pria itu, Alana dapat merasakan sosok pria yang bisa menjaganya dari semua masalah. Terkadang Alana merasa tenang jika berada di dekat Liam. "Sudah aku baik-baik saja, kau bisa pergi, terimakasih

