Liam membaringkan tubuh Alana di kasurnya, menarik selimut menutupi tubuh Alana agar tetap hangat. Liam menghela nafas menatap Alana yang tampak terlelap dalam tidurnya, sesekali Alana menggeliat tak nyaman dalam tidurnya lalu kembali tenang layaknya seorang putri. Saat melihat Alana menangis beberapa waktu lalu entah kenapa Liam merasa ingin selalu melindungi Alana dan membuatnya selalu tersenyum. Tapi Alana terlalu tertutup, terlalu banyak hal yang tidak Liam ketahui tentang kehidupan nya. "Tuan," Mira menunduk sopan memberikan salam. "Nona Lidya sudah menunggu anda di ruangannya," Liam mengusap lembut kepala Alana dan meninggalkan satu kecupan hangat di kening nya. "Aku akan datang sebentar lagi," balas Liam membuat Mira berbalik melangkah pergi dengan hormat. Liam melirik Alana y

