Sinar matahari yang masuk lewat cela cela jendela membuat seluet seorang pria yang sedang bersandar menatap sosok wanita yang sedang tertidur pulas di atas kasurnya dengan secangkir kopi di tangannya. Liam melirik sekilas pada jam tangan nya lalu berjalan menuju jendela dan menarik tali tirai yang menutupi setengah dari kamarnya membuat sinar mentari langsung memenuhi seisi ruangan. Alana yang merasa terganggu langsung menggeram kesal menarik selimut hingga menutupi seluruh badannya. "Sampai kapan kau akan tetap bersembunyi di balik selimut," Alana menggeram kesal saat mendengar suara bariton Liam yang memenuhi indra pendengaran nya, seharusnya di pagi secercah ini Alana bangun dengan di sambut kicauan burung yang sangat merdu, tapi sepertinya impian sederhana nya itu tidak akan terwuj

