Alana mengerutkan dahi bingung saat mobil yang ia tumpangi berhenti di sebuah bandara internasional yang cukup terkenal, entah apa yang sedang di pikir kan Liam saat ini, pria itu selalu mempersulit keadaan nya. "Ayo turun," ucap Liam memecahkan lamunannya. Alana menatap Liam yang baru saja membuka pintu mobil dan akan beranjak dari duduknya, dengan sigap Alana menarik tangan Liam membuat pria itu kembali terduduk di tempatnya dengan sebelah kaki yang menggantung di aspal. Liam menatap Alana dengan tatapan tajam, mungkin itu akan sangat menakutkan bagi kebanyakan orang tapi sayangnya rasa kaget yang ia rasakan justru lebih besar membuat tatapan itu tidak ada artinya di mataya. "Sebenarnya kau mau membawa ku kemana?!" Tanya Alana dengan mata yang mungkin sebentar lagi akan keluar dari t

