Liam memejamkan matanya membiarkan air hangat membasahi seluruh tubuhnya, rasanya lega sekali karena akhirnya ia bisa melepas semua pakaiannya dan menghilangkan rasa sesak yang sejak tadi ia rasakan saat melihat Alana di pesta dengan balutan dress putih yang menawan, membayangkan nya saja sudah berhasil membuat milik nya kembali memegang. Liam mematikan keran air dan berjalan keluar dari kamar mandi dengan selembar handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya. Rambut nya yang basah membuat tetesan air turun membasahi leher dan dadanya. Liam menatap pintu balkon yang masih terbuka, di luar sana hujan turun dengan cukup deras, suara gemuruh guntur dan kilat petir membuat seluet tubuh nya di tengah kegelapan malam. Entah kenapa ia jadi teringat Alana, apakah wanita itu sudah tertidur pulas d

