Itomi merasa akan segera tiba waktu untuk menjelaskan keteman-temannya bahwa dia sedang dalam masalah besar. Mengenai Geng ITZUKI memang harus dibahas. Sebagai ketua geng sudah seharusnya Itomi merasa gusar apalagi para rekan-rekannya menunggu meminta penjelasan. Sudah dopastukan teman-temannya akan memdesaknya lebih keras lagi.
"Hai,bro." Kata tiba-tiba Takigawa langsung menghampirinya.
"Kami sangat senang bertemu dengan-mu,"Kata Zitomi menyusul dibelakangnya Kitano.
"Kalianmain masuk sajah ke Kantorku ini,"Kata ITomi dengan jengkel.
"Kau ini yang tidak membrikan informasi bahwa mau kembali ke indonesia,"kata Kitano dengan nada kesal.
"Owh,ayolah kami jauh-jauh dari jepang datang ke Indonesia harusnya kau senang,"kata Zitomi dengan wajah sedih.
"Kita semua laki-laki,bro Kau tidak pantas bersedih."Kata Takigawa mengingatkan.
"Mulai Lagi deh dramany kalian,"kata Itomi berusaha menenangkan suasana.
"Untukmu bro kau ini ada.masalah sebesar itu,tidak memberitahu kami semua,"kata Takigawa.lagi kesal.
"Aku ingin memberitahu kalian namun kondisi gadis itu membuatku khawatir. Bahkan Asistnku sampai aku suruh bertanggung jawab dengan atas nama-ku. sialnya dia sudah pergi dari Jepang dan aku tidak bisa meminta maaf langsung kepadanya,"kata Itomi dengan tatapan nanar dan rasa bersalah.
"Kami berbela sengungkawa atas kejadian terserbut. Kau sebagai ketua harus tetap.menjalankan ITZUKI kita banyak client menunggu kita beraksi."kata Takigawa lagi dengan nada tegas.
"Benar apa yang dikatakan Takigawa. Kamu sebagai ketua harus bisa bertanggung jawab kepada para bawahanmu ini."kata Zitomu dengan nada sedikit kesal.
"Baiklah,Fine. untuk saat inj tidak bisa meninggalkan Indonesia kau tahu. aku meminjam Fasilitas Ayahku,"kata Itomi dengan nada frustasi.
"Baiklah,taoi ada beberapa dokumen membutuhkan tandatanganmu,"kata Takigawa lagi.
"Baik,akan aku periksa disini kau bisa meninggalkannya di meja kerjaku,"kata Itomi dengan nada pasrah.
"Kau juga harus mentraktir kami masakan indonesia,kami sangat ingin mencicipinya,"kata Zitomi dengan antusias.
"Kalian menginap di apartemenku sajah, hotel disini agak jauh dari kantorku,"kata Itomi menawarkan diri.
"Tentu tidak usah kami sudah menyewa Villa di Jakarta ini selama tinggal di Indonesia hargamya murah."kata Takigawa lagi.
"Haish, kalian keren sekali padahal baru pernah ke Jakarta tapi sudah tahu cara memainkan aplikasi."kata Itomi dengan tatapan kagum.
"Tentunya kami punya si ahli teknologi,"kata Takigawa dengan senyuman penuh arti.
Ditempat lain, Sonoko sangat senang karena akhirnya bisa masuk kedalam finalis menjadi pemenang ketiga baginya pengalaman yanh tak terlupakan. Kemarin malam dia begitu sangat antusias ketika memberitahu Neneknya. Bibinya tampak juga sedang sedang CEOnya menyukai presentasenya.
"Mau.kemana kamu?"kata Nenek Sonoko kepada Sonoko yang merapihkan baju-bajunya.
"Sonoko mau pergi bersama Anako-chan. Sudah berjanji keliling kota Jakarta. kebetulan anako senggang hari ini,"kata Sonoko riang gembira.
"Apakah dia orang Jepang asli?"kata Bibi Ana Heran merasa tidak percaya.
"Tentunya kami bertukar nomor.Handphone ketika aku ikut ajang kontes kecantikan itu,"kata Sonoko dengan Antusias.
"Baiklah, bibi harap bisa menjaga diri kamu sebab banyak orang yang akan memanfaatkan kepolosan kamu,bibintidak.mau disalahkan orang tua-mu,"kata Bibi ana dengantegas.
"Bibi-ku yang cantik tenang sajah aku takkan mengecewakan-Mu."Kata Sonoko dengan mata berbinar.
"Nenek juga khawatir dengan-mu."kata Nenek Sonoko dengan tegas.
"Mosi-mosi, Anako-chan iyah apakah kamu sudah sampai?"kata Sonoko dengan sedikit khawatir.
"Aku sudah didepan rumahmu di.jalan mawar no 9kan?"kata Anako-chan dengan semangat.
Lalu seorang gadis yang cantik dan modis bernama Anako turun dari mobilnya. Mobil ini hadiah dari sang ayah anako di hari kelahirannya 20tahun. sekarang dia sudah menginjak 23 tahun sudah cukup untuk mengganti mobil baru lain. Anako bukan gadis serakah dia masih menggunakan mobil Minicooper putih kesayangannya kemanapun dia pergi.
"Obasan,Ohayo Gozaimas" Kata Anako-chan saat melihat nenek Sonoko membuka pintu rumahnya.
"Ohayo Gozaimas, silahkan duduk, kamu bertemu dengan Sonoko di acara Kontes kecantikan itu,"kata Nenek Sonoko antusias.
"Ii Desu Ne,Obasan,Sonoko merupakan kontestan terbaik. saya senang bisa berkenalan dengannya dan tentunya doa cantik serta berwibawa."kata Anako dengan mata berbinar.
"Kamu bisa sajah cucuku ini mewarisi darah Jepang juga seperti kamu, nenek agak kaget kamu bisa berbahasa jepang,Kata Nenek Sonoko.
"Ii Desu Ne, Obasan,Otousan merupakan orang jepang asli dan Ibu saya orang indonesia," kata Sonoko dengan senang.
"Hai, Anako-Chan sebaiknya kita segera berangkat kita akan terlambat."kata Sonoko sedikit berlari daei kamarnya.
"Nenek,pergi dulu yah. bibi aku pergi dulu",Kata Sonoko menarik tangan Anako-Chan dengan cepat
"Haish, Kamu hati-hati dijalan dan Anako maaf yah nenek merepotkan-mu cucu nenek ini tidak terlalu.mengenal daerah Jakarta."kata Nenek Sonoko lagi.
"Bibi, juga yah titip keponakan bibi agak nakali ini,terimaksih sampai jumpa lagi yah, anako-chan."kata Bibi senyum begitu tulus.
Mereka Berdua memasuki mobil anako dan membelah jalan Jakarta. Mereka berdua menuju Neo Soho Berada di Jakarta Barat. Jalanan Jakarta sangatlah menyiksa batin karena selalu macet di jam-jam tertentu untungnya Anako sudah lama berada di Jakarta jadi dia biaa melajukan mobil ke gang2 sempit daripada menggunakan google maps.
sesampainya di mall itu anako dan Sonoko memilih2 pakian yang akan di kenakan untuk acara kantor minggu depan.
Ditempat lain
Itomi yang menyadari Anako tidak berada di kantornya sedang merasakan Frustasi dengan kehadiran teman-temannya di Indonesia. dia pin menelepon adiknya.
"Mosi-moshi, Anako-chan kamu sedang berada dimana?"kata Itomi dengan nada sedikit dibuat panik.
"aku sedang berada di departemen store, Oniichan. Ada apa?"kata Anako dengan antusias.
"Nanti malam apakah kau sibuk?"Kata Itomi dengan nada sedikit panik.
"oooh,tentu tidak. aku hanya mengantar Sonoko kerumahnya lagi sajah. habis itu pulang seprti biasa,kau sangat tau Otousan tidak menyukai aku pulang terlalu malam, kau bahkan tahu pernah tidak dibukakan pintu oleh Otousan gara-gara pulang malam."kata Anako dengan sedikit panik.
"Baik, aku tunggu kamu dan jangan sampai terjebak kemacetan rumah kitakan jauh," kata itomi mengingatkan adiknya.
" Ii Desu Ne,Oniichan. kau bawel seperti Otousan. Aku sedang di Neo Soho kami sedang membeli baju,untuk dipakai kekantor,"kata Anako menegaskan.
"Okèeh, jangan lama dan terlalu larut ingat apa kata Otousan dan janjimu jadilah anak baik."kata Itomi dengan sedikit menahan tawa.
"Ii Desu Ne, Oniichan," Kata Anako sambil.menutup teleponnya.
Sonoko berada disampingnya langsung menanyakan telepon dari siapa. Anako hanya bisa menjawab terus terang telepon dari Oniichan. Sonoko hanya bereaksi manggut-manggut dan membayar baju pink dan rok putih selutut tadi dia coba ke kasir. Belanja membuat hatinya bahagia dan melupakan kesedihannya. Terlebih dia akan segera bekerja di Indonesia. Anako juga membayar baju putih berlengan pendek dan celana hitam bermotif salur-salur sesuai dengan gayanya. mereka berdua melanjutkan perjalanan dengan makan di restoran shabu-shabu bernuansa jepang.Setelahnya mereka berdua memutuskan kembali pulang kerumah tentunya Sonoko di antar dengan Mobil Minicooper Anako. Mereka berdua seperti sepasang kakak dan adik yang saling melengkapi padahal tidak berdbeda jauh dengan Sonoko.