Tokyo,Japan
Kitano,Takigawa sudah berkumpul dibandara Hanedakuko,Ota city Japan untuk menemui Itomi meminta penjelasannya. Zitamo baru menyusul setelah 30 menit kemudian pesawat mereka berangkat malam 19.00 waktu Tokyo.
"Haish, Kau lama sekali sih?"kata Kitano kepada Zitamo.
"Lah, memang kau tidak kenal aku sih aku memang agak lama,"kata Zitamo dengan bangga.
"Telat malah jadi kebiasaanmu,"kata Takigawa lagi.
"Hey2,kalian semua memang payah sekali,"kata Zitamo dengan senyum penuh arti.
"Payah,mata-mu kau sudah membawa berkas-berkas diperlukan untuk Itomi Tandatangani?"kata Takigawa mengingatkan.
"Sudah,lagipula aku juga setiakawan bukan,"kata Zitamo lagi.
Mereka bertiga menunggu pesawat dengan makan dan minum dulu. sampai waktunya tiba untuk berangkat.
Sementara itu Nakano sedang bingung di dalam kantornya, karena Itomi tidak bisa dihubungi hari ini. Nakano ingin menjelaskan bahwa teman-temannya dari geng ITZUKI ingin menyusul Ke Indonesia.
Jakarta,Indonesia
Sonoko sedang mengerjapkan matanya hari ini adalah Final dari ajang mencari model berbakat. kemarin dia hampir limbung karena tidak banyak makan. lawannya berat-berat walalupun Anako-chan mendukungnya.
Bunda Ana sedang mempersiapakan beberapa dokumen karena meeting hari ini akan menjadi momentum bagi dirinya dan juga bagi perusahaannya.
Nenek Sonoko Hari ini tersenyum melihat Bibi Ana dengan Wajah berbinar.
"Ada Hal bagus apa hari ini?"kata Nenek Sonoko membuka percakapan.
"Aku ada metting penting,ma."kata Bibi Ana dengan wajah sumaringah.
"Bibi,kau terlihat sangat cantik dan menawan,"kata Sonoko menambahkan.
"owh,benrakah begitu?"
Aku cukup tersanjung,"kata Bibi Ana berpura-pura.
"Hem, Bibi memang iseng yah, ayolah kita harus berangkat dengan cepat sesi finalnya akan dimulai sejam lagi bibi."kata Sonoko riang dan memakan sandwichnya dengan lahap.
"Baiklah,Ayo bibi juga harus pergi,"kata Bibi Ana dan langsung memakan Sandwichnya dengan segera.
"Kalian ingat dan hati-hati di jalan,"kata Nenek Sonoko lagi dengan senang.
Setelah itu Sonoko dan Bibi Ana langsung pergi. Sonoko dan bibi Ana menikmati pemandangan ibukota Jakarta dengan hati riang.
Disisi lain Itomi sedang sibuk menyusun beberapa jadwal Final dan pekerjaan menumpuk karena menjadi juri untuk acara Anako-chan. Tiba-tiba mendapat panggilan telepon dari Nakano.
"Bos,ini gawat boss!"kata Nakano panik
"Apanya yang gawat?"kata Itomi dengan penasaran.
"Begini teman-teman anda menyusul ke Indonesia,boss" kata Nakano kembali pada Itomi.
"Lalu,apa yang harus dicemaskan?"kata Itomi dengan santai.
"Mereka mengetahui bahwa anda sudah menabrak seseorang,boss"kata Nakano kembali.
"Kau yah yang membocorkannya?"kata Itomi dengan wajah kusut.
"I....ii.....yah,tidak sengaja boss"kata Nakano kembali.
"Aish,Yahsudah nanti akan aku jelaskan kepada mereka setibanya mereka sampai di hadapanku,"kata Itomi dengan nada datar.
Sonoko menaiki lift yang ada di Gedung itu dan segera menuju lantai atas untuk melakukan persiapan dengan pemilihan model. Bibi Ana juga sudah sampai dikantornya dan melanjutkan aktivitas meetingnya.
"para hadirin yang saya hormati, saya ingin menyampaikan informasi bahwa kami mengajukan beberapa argumen mengenai pemgembangan usaha kami,"kata Bibi Ana antusias.
"Argumen apa yang ingin anda sampaikan kepada kami."kata CEO AYS Ian dengan berharap
"Begini perkembangan dibidang industri kosmestik sedang naik daun apakah tidak sebaiknya kita menggunakan jasa influencer,"kata Bibi Ana kemudian.
"Hmm,rencana anda patut dicoba memang bidang kita ini juga berkaitan dengan beberapa influencer,"kata CEO Alvian wijaya sambil mengangguk.
"Baiklah, akan dilaksanakan minggu ini jika kalian menyetujui rencana kami,"kata Bibi Ana dengan sangat yakin.
"Justru menurut kami sangat menarik,kami sangat menyukai kerjasama ini karena perusahaan kami mendapatkan keuntungan lumayan,"kata CEO AYS Ian memberikan jabatan tangan.
"Tentu,perusahaan kami juga senang bekerjasama dengan perusahaan anda,pak Ian."Kata CEO Alvian Wijaya dengan menjabat tangan CEO AYS Ian.
Setelah Meeting selesai semua terlihat puas dengan hasilnya CEO Alvian Wijaya meminta bibi Ana keruangannya. Bibi Ana dengan cekatan mengerjakan semua pekerjaan tadi belum sempat dia selesaikan dan menuju ruangan CEO Alvian Wijaya.
"Selamat siang,pak ada yang bisa saya bantu?"kata Bibi Ana lagi.
"Begini mengenai proyek akan kita laksanakan ini apakah kamu sudah menemukan influcer yang mau bekerjasama dengan kita,"kata Alvian menengaskan dengan penuh harap.
"sudah,pak. sudah saya konfirmasi juga kebagian terkait,"kata Bibi ana dengan nada yakin.
"Baik,kapan sekiranya akan dimulai proyek kerjasama kita?"kata Alvian lagi dengan pasti.
"Minggu depan,pak. ada yang bisa saya bantu lagi,"kata bibi Ana menegaskan.
"Kali ini cukup,ngomong-ngomong pakaian anada sayang serasi hari ini. Mengenai mantan pacar anda saya rasa jika ada hubungan kurang berkenan hendaknya diselesaikan dengan baik. sebagai CEO saya merasa anda sangant kompeten dalam setiap kinerja anda,namun untuk masalah dengan Gunawan saya rasa urusan pribadi jangan di campur adukan,"kata Alvian dengan nada tegas.
"Baik,pak. selagi dia tidak menghina saya atau merendahkan saya maka saya akan berusaha profesional,namun apabila bapak menghendaki saya rasa kerjasama dengan pak Gunawan tidak terlalu menguntungkan perusahaan kita karena sejatinya dia memiliki sifat arogan dan tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaan,"kata Bibi Ana yakin dengan pendapatnya.
"Untuk hal itu Saya sebagai CEO akan mempertimbangkan masukan dari Anda dan beberapa rekan-rekan lainnya,"kata Pak Alivan dengan senang.
"Saya permisi dulu yah,pak."kata Bibi Ana sambil berlalu.
"Yah,silahkan dan saya harao kamu tidak tersinggung,"kata Alvian dengan seumaringah.
Sesampainya dimejanya bibi Ana merasa sedikit kesal asal pernyataan pak Alvian kelihatan memilih memihak Gunawan mantannya. Namun Bibi Ana berharap profesional karena pekerjaannya. Di Tempat Lain Sonoko sedang mempersiapkan diri dan mendapat pertanyaan paling terakhir dari para juri. Saingan sengit sangat dirasa karena Banyak pertanyaan yang didapatkan dari Itomi membuat Sonoko agak bingung.
"Bagi anda Apakah seorang model memiliki bentuk badan ideal itu harus?"kata itomi memancing pertanyaan agak sulit.
"Menurut Saya itu bukan hal yang penting melainkan profesionalitas dan menjaga pola hidup yang sehat lebih penting,"kata Sonoko dengan yakin.
"Apa tidak ada jawaban lain?"kata Itomi dengan nada sedikit kesal.
"Penting, menurut saya karena saya seorang model juga dan pemain film"Kata Hana Yunanda dengan yakin dan sumaringah.
"Bagus,itu jawaban yang saya harapkan,"kata Itomi dengan tegas.
"Baiklah,pertanyaan selanjutnya,Bagaimana seorang model harus menjaga attitude?"kata Kamatsu Hatoni.
"Seorang model harus menjaga attitude pada saat diluar maupun di dalam lingkungan pekerjaannya, memastikan kenyaman orang lain juga"kata sonoko dengan semangat.
"Bagi saya seorang model harus menjaga attitudenya dengan tidak membebankan semua pekerjaannya kepada asistenya,"kata Hana Yunanda dengan Yakin.
"Baiklah, semua kotesntan telah memberikan suara,maka juri harus menujuk pemanangnya pada hari ini."Kata Anako-chan yang merupakan mc acara, Mari kita persilahkan para juri untuk menentukan pilihan pemenangnya.
"Pertama-tama kami akan mengumamkan pemenang pertama dari kontes model Fashion ini adalah Hana Yunanda, Pemenang kedua adalah
Nanoko dan pemenang ketiga adalah Sonoko Tatuke silahkan para pemenang diharapkan untuk maju kedepan,"kata Chelsea Islan selaku juri dari kontes Fashion ini dengan senang.
"Mari kita sambut pemenang pertama Hana Yunanda dan berikan tepuk tangan yang meriah."kata Anako Chan selaku MC acara.