bc

Gadis Desa yang Menjadi Istri Bayaranku

book_age18+
108
IKUTI
1K
BACA
others
boss
drama
sweet
city
others
first love
secrets
wife
husband
like
intro-logo
Uraian

Ini kisah tentang Andre dan Mumbi. Cinta bertepuk sebelah tangan yang bermula dari pernikahan tanpa cinta. Andre yanh hanya ingin status dan Mumbi yang bucin akut.

Bagaimana kisah mereka ikuti selanjutnya, ya ...

chap-preview
Pratinjau gratis
Will You Merry Me?
"Kamu cari istri sendiri atau Kakek yang carikan!" lantang suara pria itu pada cucu pertamanya yang keras kepala itu. "Apa, sih, Kek?" Andre melirik malas pada kakeknya itu. Setiap hari kerjaannya hanya menyuruhnya menikah, menikah, dan menikah. "Andre nggak mau nikah!" tegasnya sekali lagi. "Nikah itu cuma bikin hidup makin ribet. Harus ngasih makan anak istri. Inilah itulah. Mending duitnya buat have fun sendiri ...." "Andre!" tukas Gustaf kesal. "Loh ... bener, kan? Emang salah?" tanya pemuda itu keras kepala. "Manusia butuh teman hidup, Andre. Kalau Kakek meninggal nanti. Kamu akan sendirian ...." "Astaga, Ada Andra kakau Kakek pikun. Dan lagi Andre nggak masalah meskipun harus sendirian seumur hidup," jawabnya tanpa beban. "Ya. Itu karena sekarang kamu masih sehat. Namanya hidup tidak ada yang tahu bagaimana ke depan, Nak. Saat kamu sakit dan tidak punya siapa-siapa. Baru kamu akan merasakan bahwa kamu membutuhkan orang lain." "Masih ada Andra, dan Andre punya teman." "Andra punya kehidupan sendiri. Dan teman belum tentu akan selalu ada untuk kamu. Mereka juga punya kehidupan sendiri. Dan mereka kadang hanya ada saat kamu senang, tapi belum tentu akan setia di samping kamu saat kamu kesusahan." Nafas Gustaf tak pernah normal jika bicara dengan cucu pertamanya itu. Sikap keras kepala Andre seringkali membuatnya darah tinggi. Andre membuang muka, malas. Ingin membantah. Namun apa yang kakeknya katakan memang realita. Tapi pernikahan? Merupakan omong kosong manis tentang penyatuan cinta dua anak manusia. Bahagia yang hanya sekedar ilusi. Setelah menikah. Mereka tetap bisa berpisah, kehilangan rasa, mengkhianati pasangannya, lalu cinta itu berubah menjadi benci. Bahkan menjadi musuh yang saling menyakiti satu sama lain. Lalu yang menjadi korban adalah anak-anak mereka. Itulah, Andre Himawan, seorang anak korban perceraian orang tuanya. Ia tidak diinginkan, bahasa halus dari kata dibuang. Karena kedua orang tuanya tidak ada yang menginginkannya serta adiknya. Hingga akhirnya ia dibesarkan oleh sang kakek bersama adik satu-satunya yang kini duduk di bangku kelas dua belas SMA. Lalu di mana kedua orang tuanya? Bagi Andre mereka sudah mati. Tidak sekalipun mereka sekedar menjenguknya atau adiknya. Mereka sibuk mencari kesenangan masing-masing. Mencari bahagia dengan pasangan baru mereka dan melupakan keberadaannya di dunia ini. Padahal ia dan adiknya ada di dunia ini adalah karena keegoisan mereka. Itulah awal mula, kenapa pria itu tidak percaya dengan pernikahan. Tapi bukan berarti Andre tidak pernah jatuh cinta. Ia juga melewati fase itu. Jatuh cinta pada seorang wanita dan rela melakukan apa saja demi wanita itu. Namun apa yang ia dapatkan? Hanya kekecewaan. Setelah mati-matian ia memberikan segalanya. Lalu pada akhirnya yang tersisa dari perpisahan itu hanya rasa sakit. Dan semenjak itu, ia memutuskan untuk hidup sendiri selamanya. Ia tidak membutuhkan wanita dalam hidupnya. "Selama ini, Kakek tidak pernah meminta apapun padamu, Nak. Anggap saja ini sebagai balas budi karena Kakek sudah membesarkan dan menjagamu selama ini. Menikahlah," pinta pria tua itu memohon. "Kamu mau cari sendiri, silahkan ... atau Kakek yang carikan," imbuhnya lagi. "Ternyata di dunia ini nggak ada manusia yang benar-benar tulus," sindirnya kesal. "Tidak ada yang gratis di dunia ini, Nak. Kakek membesarkanmu penuh perjuangan. Banting tulang, memeras keringat sampai tidak ada waktu Kakek untuk memikirkan diri sendiri. Kamu paling tahu itu. Pernah tidak kamu hidup kekurangan selama ini? Kakek selalu menyayangi kamu, menuruti apapun yang kamu mau, sebagai ganti karena orang tuamu yang tidak bisa memberikannya." Bukan Gustaf ingin mengungkit semuanya. Ia hanya ingin cucunya itu menikah. Karena kalau tak ia paksa seperti ini. Mungkin anak yang trauma dengan pernikahan ini akan melajang seumur hidupnya. Gustaf tidak ingin itu terjadi. "Andre akan ganti semuanya." "Menikahlah. Hanya itu satu-satunya hal yang bisa menggantikan apa yang sudah Kakek berikan ke kamu. Dan ini juga demi kebaikan kamu sendiri, Andre. Kakek tidak selamanya hidup di dunia ini. Ada waktunya, cepat atau lambat Kakek akan pergi menyusul nenek kamu." Mata abu itu nampak berkaca. Teringat usianya yang telah senja. Namun yang ia pikirkan hanya satu, yakni kebahagiaan cucu-cucunya. "Tidak semua pernikahan itu akan menemui kegagalan. Salah satunya kami, kakek dan nenek kamu," ucapnya lagi. Pemuda berusia tiga puluh tahun itu diam. Tak punya jawaban untuk membantah apa yang Kakeknya katakan. Meski menurutnya, hanya segelintir dari pasangan di dunia ini yang mampu mempertahankan pernikahannya. Itu yang ia lihat dari lingkungan sekitarnya. Perselingkuhan dan perceraian, adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah pernikahan. Beberapa temannya juga seringkali mengeluh tentang pernikahan mereka. Dan itu semakin membuatnya yakin bahwa pilihan untuk tidak menikah adalah yang terbaik. Andre menghela nafas lelah. Apa ia bayar orang saja untuk jadi istrinya supaya kakeknya ini tak lagi mengusik hidupnya? Ia paling males kalau harus ribet berurusan dengan perempuan. Apalagi dalam urusan rumah tangga. *** "Bar. Cariin gue calon istri." Andre menghempaskan tubuhnya yang penat di atas sofa. Ia baru pulang dari Surabaya untuk konten kuliner di chanel youtubenya sendiri. Tapi seperti biasa, kepulangannya ke rumah selalu di recoki si kakek tua menyebalkan itu. Ya, kakek tua yang sayangnya selama ini mengambil peran menjadi orang tuanya. "Lo gila." Akbar mendelik kesal. "Menurut lo?" Andre memutar bola matanya malas. "Terus? Lo yang mau nikah, kenapa gue yang musti repot cari bini buat lo, Bambang? Gue aja lagi banyak masalah sama bini gue." Akbar sewot. Ia juga baru pulang dari Cirebon dan sudah ditodong permintaan gila dari sahabatnya itu. "Gue butuh istri bayaran, bukan istri beneran." Andre kini bangkit dari rebahannya. Wajahnya berubah menjadi mode serius dan membuat mulut Akbar kian menganga. "Maksudnya?" "Apalagi? Kakek tua itu setiap hari brisik nyuruh gue kawin. Sedangkan lo tahu sendiri. Gue anti sama yang namanya nikah. Gue ogah kaya lo yang tiap hari ngeluh masalah rumah tangga yang nggak ada habis-habisnya," sindirnya yang membuat Akbar langsung kicep. Kemudian pria itu menghela nafasnya. Ingin membantah tapi apa yang Andre katakan adalah kebenaran. Rumah tangganya saja kini diambang kehancuran. "Tolonglah, Bar. Cariin gue siapa, kek yang mau dibayar untuk jadi istri gue untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Pertama, dia harus goodlooking. Pintar di kasur, pintar di dapur, dan pintar mengurus rumah. Pastiin dia nggak pinter-pinter amat otaknya dan penurut. Karena gue paling nggak bisa sama cewek yang ngeyelan dan merasa paling bener sendiri. Dan yang paling utama ... gue nggak suka barang bekas. Jadi lo pastiin aja perempuan itu masih segel alias masih perawan." "Tunggu-tunggu ...." Akbar memotong kalimat Andre dengan mata mendelik. "Lo cari istri bayaran tapi ... yang masih perawan. Ini maksudnya gimana? Lo mau pake dia?" Akbar bertanya blak-blakan saja. "Loh ... salahnya di mana?" Andre bicara tanpa dosa. "Gue emang nggak mau nikah, tapi bukan berarti gue nggak mau kawin. Lagian dia udah gue bayar ini, kan?" "Sarap, lo!"

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.6K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.9K
bc

TERNODA

read
199.6K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
16.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
74.3K
bc

My Secret Little Wife

read
132.6K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook