Silau dari matahari terasa menembus mata, pun dengan terik yang menyengat di kulit. Meski tidak langsung di bawah terpaan sinar, nyatanya hawa panas tetap merasuk ke sela-sela pori. Suasana siang yang juga agak canggung bagi Khayra saat ini. Dia berada di antara Aksa dan gadis yang waktu itu pernah bersama suaminya. Oh, jadi namanya Elisa. Khayra mengeja nama itu di dalam kepalanya. Elisa. Cantik memang. Perawakannya tinggi dan langsing. Kulitnya seperti pualam. Putih. Seperti bintang iklan lotion yang ada di tivi. Rambutnya panjang dikuncir kuda. Sesekali angin meliukkan anak-anak rambut yang keluar dari kunciran. Padahal Khayra tidak kalah. Senyumnya ayu menawan. Wajahnya cantik rupawan. Melihat suaminya sedang bercengkrama dengan perempuan lain, Khayra tidak bisa menampik kalau ada se

