Untuk ke sekian kalinya muridku bernama Kenzo menyatakan cinta padaku. Untuk ke sekian kalinya dia secara terang-terangan melamarku di depan orang tuaku dan juga Kak Afifah. Ia tidak mempunyai rasa malu saat menyatakan akan menikahiku. Dengan memberikan cincin berlian yang rupanya telah ia persiapkan untukku. Tentu saja aku menolaknya. Bukan karena ia masih terlalu muda. Tentu saja karena ia adalah muridku. Seorang murid dilarang jatuh cinta kepada gurunya. "Kenapa Anda menolak cintaku, Mrs?" Pertanyaan itu selalu ia lontarkan ketika berpapasan denganku. "Aku ini gurumu, Ken. Jaga batasanmu. Cinta ini salah!" elakku padanya. Terus kulangkahkan kedua kakiku dengan cepat. Tidak menoleh ke arahnya. Aku takut tidak merasa tega setelah melihatnya. "Apa hanya itu alasannya menolak cinta dari

