Demi menyelamatkan kewarasanku dan juga menyelamatkan hatiku dari deg-degan yang luar biasa, maka aku menuruti saran Ibu Darmi, bahwa sebelum Bapak atau Ibu Darmi keluar kamar aku tidak akan keluar kamar. Saat salat subuh selesai, biasanya aku langsung keluar untuk menyiapkan sarapan bareng Bu Darmi, tapi tidak dengan hari ini. Hari ini berbeda karena ada seseorang di luar sana yang nekat nginep dan tidur di ruang tamu demi bisa main catur sama Bapak sampai subuh. Aku yang bingung kenapa mereka sampai bela-belain waktu tidur subuh hanya demi main catur masih mencari alasannya apa dan entah kenapa Bapak memulai lagi hobinya main catur. Padahal sudah lama Bapak tidak main catur, apa karena ada temennya atau karena Bapak merasa nyaman ada teman main catur dan ngobrol. Jadi setelah subuh dan

