Tuan muda

1387 Kata

"Semua barang yang akan lo bawa sudah disiapkan oleh Sania." "Jam berapa jadwal penerbangannya?" "Sore nanti, dan gue tunggu di bandara. Jangan telat." Bimo mengangguk, keduanya turun dari dalam mobil yang sudah berhenti di depan lobi perusahaan. "Bimo...!" seru seseorang dari arah luar, berlari menghampiri Bimo. "Bim... Bimo... Aku mohon tolong papaku Bim.... Pleasee..... " ujarnya setelah berhasil menghentikan langkah lelaki itu dan meraih lengannya. "Apa salahku Bim, apa salahku?" serunya sambil tergugu menangis di hadapan Bimo. Bimo yang mendengar nada suara yang penuh luka dan tersiksa, hanya menyeringai tipis sambil mengangkat satu alisnya. Lengannya mengelak jemari wanita yang meremas jas miliknya, memasukan kedua tangannya di saku celananya. "Apa kurang jelas?" tanyanya din

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN