"Silahkan pak dimulai sesi wawancaranya." ujar Riana lembut tak lupa dengan senyum manis andalannya. Melihat hal itu membuat Bimo dengan sigap lantas menutup wajah Riana menggunakan kedua telapak tangannya. "Bapak ni kenapa sih." gerutu Riana sebal sambil menepis-nepis tangan Bimo yang sudah menutupi pandangannya. "Kalo senyum jangan dimanis-manisin donk sayang, mas kan cemburu." rengek Bimo yang membuat Irfan memutar bola mata malas karena tingkah sahabatnya yang berlebihan. Riana yang dari tadi sudah sebal dengan lelaki sintingg itu, lantas mencubit lengan Bimo dengan kencang. "Aaa... aaaa... aaa... Sakit sayang." ujar Bimo dengan nada manja. Sumpah deh, rasa-rasanya Irfan sekarang bahkan pengen muntah melihatnya. "Bisa minggir nggak, Riri mau wawancara ni." "Oke." sahut Bimo, ta

