Setelah menggiring Irfan masuk kedalam mobil sport Lamborghini nya, dia melajukan mobilnya ke yayasan tersebut. "Ntar kita bikin rapat dadakan dengan para staff yang bertanggung jawab di yayasan itu bro." ujarnya setelah mobilnya berhenti sejenak di lampu merah, Irfan menoleh dan mengangguk mengerti lalu kembali fokus ke layar ponselnya. "Gue pengen bawa pulang tu gadis ke villa gue." Irfan menelengkan kepala menyerengitkan alis lalu melirik Bimo yang nampak mulai menjalankan mobilnya. "Lo nggak ada niat culik dia kan bro?" Bimo tergelak. "Kagak lah. Gue bukan Leo yang berkali-kali nyulik istrinya sendiri." "Terus maksud perkataan lo tadi apa?" tanya Irfan sambil menaikan satu alisnya, lalu menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jas miliknya. "Ya. Gue pengen aja deket-deket ma

