20

1226 Kata
Sindy masih menangis dipelukan Prana dengan bergumam apa saja yang terjadi pada hidupnya. Prana yang mendengar gumaman itu hanya mengelus punggung Sindy dan menenangkan gadis manis itu agar tidak menangis. Tak lama tangis Sindy mereda dan ia melepas pelukan Prana padanya. "terima kasih" kata Sindy dengan senyuman manisnya yang membuat Prana hanya diam saja dan menatap wajah Sindy. "lebih baik kakak pergi dari sini" kata Prana setelah mereka terdiam selama beberapa saat. "tidak bisa Pran" kata Sindy. "tidak apa-apa kak, aku akan melindungimu darinya" kata Prana dengan masih berusaha membuat Sindy menyetujui ajakannya. "aku hanya memilikinya" "kakak harus lepas darinya jika tidak dia akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dia lakukan dan kakak bisa tinggal dirumahku" mendengar perkataan Prana, Sindy sedikit terkejut. Ia tidak menyangka jika lelaki tampan didepannya akan melakukan hal seperti ini padanya. "aku akan melindungi kakak jadi bisakah kita pergi sekarang?" Sindy masih tidak bisa mengatakan apapun dan dia hanya menatap Prana dengan cukup lama sebelum ia menganggukkan kepalanya didepan Prana. "aku rasa aku perlu membawa beberapa pakaian" Prana yang mendengar suara lembut milik Sindy itupun mengangguk. Mereka pergi kekamar milik Sindy dan membereskan beberapa barang yang penting untuk dibawa oleh Sindy pergi. Tak butuh waktu lama mereka untuk membereskan barang Sindy dan keduanya mulai pergi dari rumah tersebut dengan tubuh Sindy yang agak bergetar. Prana yang mengerti bahwa Sindy merasa takut itupun merangkul gadis manis itu, menenangkan Sindy. ♣ Prana benar-benar membawa Sindy pergi kerumahnya. Sindy yang baru pertama kali pergi kerumah Prana itupun menjadi cengo karena melihat rumah itu tampak besar dan mewah. Prana yang melihat Sindy cengo itupun hanya bisa tersenyum sebelum mengajak gadis manis itu masuk kedalam rumahnya. Sindy dibuat terkagum-kagum dengan rumah milik Prana. Ia tidak menyangka jika lelaki tampan didepannya ini adalah orang kaya karena gaya Prana tidak seperti kebanyakan orang kaya lainnya. "ayo masuk aku kenalkan kau dengan orang tuaku" ajak Prana. Sindy mengekori Prana dibelakang lelaki tampan itu karena rumah Prana sudah gelap. Setelah Prana menyalakan lampunya Sindy dibuat terperangah lagi dengan keadaan rumah Prana. "aku rasa mama dan papaku sudah tidur jadi aku akan mengantar kakak kekamar tamu untuk istirahat" kata Prana ketika melihat rumahnya sudah sepi dan lapu lantai bawah sudah dimatikan semuanya. Sindy hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti Prana dibelakangnya dengan hanya mengandalkan pencahayaan dari senter ponsel milik Prana. "kau sudah pulang, sayang" suara serak khas orang bangun tidur itu terdengar ditelinga kedua pemuda yang baru saja sampai dilantai atas. Sindy yang terkejut dengan suara itupun mengelus dadanya, sedangkan Prana menghela nafanya ketika tahu suara siapa yang ia dengar. "kenapa mama bangun?" tanya Prana pada ibunya. "mama tadi mendengar suara motormu jadi terbangun" gumam wanita paruh baya itu sambil mengucek matanya dan belum sadar jika ada orang lain disamping Prana. "dia?" tanya ny. Kim ketika melihat seorang gadis disamping anaknya dan ia tidak mengatakan dengan nada terkejut. "selamat malam tante, saya Sindy" Sindy memperkenalkan dirinya dengan sopan kepada ibu Prana. "astaga manis sekali, apa dia yang membuatmu frustasi?" tanya ibu Prana sambil mencubit pipi Sindy yang agak berisi itu. "ma" rengek Prana ketika ibunya mengatakan hal tersebut. "iya iya, bawa dia kekamar tamu untuk istirahat" suruh ny. Kim pada anaknya yang diangguki oleh Prana. "selamat malam tante" kata Sindy. Wanita paruh baya itu menganggukkan kepalanya dan kembali masuk kedalaom kamarnya. Sedangkan Prana membawa Sindy kekamar tamu yang ada disamping kamarnya. Sampai dikamar tersebut lelaki tampan itu menyuruh Sindy untuk istirahat dan tidak memikirkan apa yang terjadi tadi. ♣ Pagi menjelang dan Sindy tidak tahu harus melakukan apa jadi ia bangun lebih awal seperti biasanya dan mendi. Setelah ia membersihkan diri, gadis manis itu keluar dari kamar tamu dirumah keluarga Kim dan turun dari lantai atas. Ia berniat untuk memasak sesuatu untuk keluarga tersebut, tapi ketika ia sampai diruang makan yang sekat dengan dapur, Sindy terdiam ketika melihat ibu Prana yang sudah berada disana dan memasak untuk keluarganya. “hah” gadis manis itu menghela nafasnya terlebih dahulu sebelum menghampiri wanita paruh baya itu. “pagi tante” sapa Sindy terlebih dahulu dengan lembut karena tidak ingin mengagetkan wanita yang masih memiliki wajah cantik itu. “oh selamat pagi, kau sudah bangun!” sapa balik ny. Kim sambil melihat Sindy “kenapa kau memakai kacamata?” tanya ny. Kim yang terkejut ketika melihat Sindy memakai kacamata. “tidak apa-apa tante, sini saya bantu memasak” tawar Sindy kepada ny. Kim. Wanita paruh baya itu masih merasa heran ketika melihat Sindy memakai kacamata. “oh boleh" jawab ny. Kim dengan sedikit kaku. Mungkin ia akan bertanya kepada anaknya nanti soal kacamata Sindy. "tapi jangan memanggilku tante..panggil saja mama” pintanya kemudian setelah berhasil menguasai dirinya. “tapi ta-“ “sudahlah tidak apa-apa” ny. Kim tetap memaksa Sindy untuk memanggilnya dengan sebutan ibu karena wanita paruh baya itu sudah terlanjut terpesona oleh Sindy dari tadi malam. Ia berfikir bahwa gadis manis itu manis, baik, dan sisanya ny. Kim tidak tahu alasannya. “baiklah ma” “begitu lebih baik” kata ny. Kim sambil tersenyum ketika dipanggil 'ma' oleh Sindy. Kemudian keduanya mulai melanjutkan acara memasak yang sempat tertunda itu sebelum jam sarapan dimulai. Duapuluh menit berlalu dan masakan ny. Kim bersama Sindy sudah selesai dan gadis manis itu mulai menatanya diatas meja makan. Dua lelaki yang sudah selesai dengan urusan dirinya didalam kamar itu keluar dan berjalan turun dari lantai atas secara bersamaan. Mereka juga saling bercakap-cakap satu sama lain. "siapa dia?" tanya tn. Kim yang melihat ada wanita lain dirumahnya yang terlihat tampak muda. Tuan rumah tersebut mulai memangdang Prana dengan tatapan mengintimidasi dan hal itu membuat Prana menelan ludahnya dengan susah payah. "dia teman Prana dan anakmu tidak melakukan hal yang memalukan" kata ny. Kim ketika melihat suaminya menatap anaknya dengan tatapan seperti itu. "benarkah?" tanya tn. Kim lagi seakan tidak peecaya dengan ucapan sang istri. "ish kau ini, aku sudah bilang padamu, kan tadi malam..lagipula mereka tidur dikamar yang berbeda" "iya iya aku lupa" kata tn. Kim sambil melihat kearah Sindy yang langsung membuat Sindy tersenyum dan menyapa tn. Kim dengan sopan. "jadi dia boleh tinggal disini kan?" tanya ny. Kim yang membuat suaminya menatapnya terkejut. "sayang dia-" "ayo kita sarapan, kalian harus berangkat sekolah kan" Kedua remaja yang dimaksud menganggukkan kepalanya dan mereka mulai memakan sarapan yang sudah tersaji. ♡ Setelah mereka menghabiskan sarapan, ny. Kim menyuruh Prana dan Sindy berangkat sekolah. "ma sebentar dulu" intrusi Prana yang membuat ny. Kim menatap anaknya penuh tanya. "bisakah mama membuatnya lebih baik?" tanya Prana. "oh tentu saja" dengan senang hati wanita paruh baya itu menyanggupi permintaan anaknya dan langsung membawa Sindy kekamar gadis manis itu sebelumnya ny. Kim sudah mengambil make up untuk memoles Sindy. Sedangkan kedua lelaki yang ditinggal itupun masih terdiam. "jelaskan!" pinta tn. Kim kepada anaknya. Prana yang mendengar hal itupun mulai menjelaskan apa yang terjadi pada Sindy dan dirinya. "jadi dia?" tanya tn. Kim ketika anaknya sudah selesai menceritakan semuanya padanya. "begitulah pa" "benar-benar kasian" Prana menganggukkan kepalanya. "papa benar dengan hal itu, tapi jangan sampai menunjukkannya didepannya karena aku rasa dia tidak menyukainya" "baiklah" tn. Kim akhirnya mengerti dan sepertinya ia harus membiarkan Sindy tinggal dirumahnya daripada anaknya yang akan membeli appartemen dan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pada kedua remaja tersebut. Lebih baik dirumah agar dia bisa mengawasi keduanya. Mereka terdiam cukup lama, tapi setelah itu mereka terkejut ketika melihat ny. Kim yang membawa Sindy turun dari lantai atas. "oh" Tbc.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN