"PRAAA-eemm" Sindy menutup mulut Jonatan ketika lelaki aneh itu akan memanggil Pran agar datang kepada mereka. Bukan tanpa alasan Sindy melakukan hal itu. Itu karena Sindy melihat seorang gadis yang muncul dibelakang Prana sambil memegang tangan lelaki tampan itu. Cemburu? Mungkin itu yang dirasakan oleh Sindy karena ia merasa tidak suka ketika melihat gadis itu beejalan disamping Prana. "oh, bukankah itu gadis yang sekelas dengan kalian?" tanya Lisa yang terlihat mengetahui gadis yang ada disamping Prana. "kau benar kak Sa" jawab Jonatan. "belakangan ini dia selalu mendekati Prana" tambah Jo. "aku harus pergi keperpustakaan" Sindy beranjak dari duduknya dan membuat ketiga orang yang satu meja dengannya menatapnya. "tapi, makananmu belum habis" kata Jesi yang melihat nampan makan sia

