"Aku merasa beberapa hari ini kamu jauh berbeda, Sya, keluh Alvin sebelum memeluk Syakila dari belakang. Menjadikan pundak istrinya itu sebagai tumpuan untuk dagunya. Syakila yang sedang menata isi lemari mereka hanya tersenyum tipis. Merasa tidak adil mendengar keluhan Alvin kepadanya. Berbeda? Tidak seharusnya kata-kata itu diucapkan kepadanya. Karena beberapa hari ini ia tidak berubah, tapi berusaha menjaga kewarasannya agar tidak meledak dan malah memperburuk keadaan. Bayangkan, Syakila dipaksa untuk berpura-pura tidak tahu jika setiap tengah malam kini Alvin menghubungi Rachel di balkon atau ruang kerjanya. Selalu beralasan pergi ke kamar mandi atau memeriksa pekerjaannya, setiap Syakila bertanya darimana? Kebohongan Alvin tentu saja membuat Syakila menahan diri untuk tidak ter

