Gibran sudah datang menjemput Delya sejak pukul enam pagi, tetapi sepertinya wanita cantik itu lupa memiliki janji akan pergi bersama sahabatnya. Sehingga Gibran harus menunggu sahabatnya tersebut bersiap-siap. Empat puluh menit berlalu, Delya sudah keluar dari kamarnya. Wanita itu segera menghampiri Gibran yang sedang berbincang dengan Ibunya, Delya dengan setelan santai, memakai kaos polos dan celana jeans pendek sebatas lutut, sneakers putih kesukannya dan rambut di cepol asal, membuat wanita itu terlihat jauh lebih muda dari usianya. “Mau pergi kemana, Kak? Tumben sama Gibran perginya,” Tanya Arawinda saat sang putri sudah dihadapannya. “Jalan-jalan aja, Bu. Lagi kangen pergi sama temen, nanti kalo udah nikah kan, susah buat punya waktu jalan sama temen.” Delya menjawab pertanyaan sa

