“Gibran... Delya...” Gibran dan Delya sama-sama menatap kearah asal suara, wanita bertubuh mungil, lebih kecil dari Delya walaupun mereka seusia. Tetapi, sahabat Delya yang satu ini memang memiliki ukuran tubuh yang begitu mungil, bahkan dengan adik Delya pun, Zalfa akan tetap terlihat lebih imut. Oleh sebab itu, Zalfa lebih sering dianggap sebagai adik Delya saat jalan bersama. “Zalfa, ada apa? Sampe dateng kesini,” Tanya Delya menatap sahabatnya bingung, Gibran pun mengenal Zalfa walaupun tak begitu dekat. Karena mereka saling mengenal saat masa kuliah. Zalfa berjalan mendekati Delya, lalu menarik pergelangan sahabatnya dan mengajak Delya untuk duduk disofa yang tadi digunakan Delya untuk tidur. “Ada apa sih? Kok lo sampe narik-narik gue?” Delya semakin bingung, karena sahabatnya tak

