Sesuai harapan, sejauh ini semua berjalan lancar seperti yang direncanakan sejak awal. Gibran dan Delya bersyukur karena orangtua mereka menerima dengan hati terbuka rencana pernikahan anak mereka. Bahkan orangtua Gibran tak henti-hentinya mengucap syukur karena yang akan menjadi menantunya kelak ada Delya. Gadis manis yang begitu manja, lugu, baik hati dan menyenangkan. Gibran pun sudah menghubungi temannya untuk memesan undangan, pria itu benar-benar berperan besar dalam mempersiapkan rencana pernikahannya dengan Delya. Ia tak ingin jika calon istrinya terlalu lelah jika harus memikirkan segalanya sendirian. Berbanding terbalik dengan Janu, Gibran lebih banyak bertanya apa yang diinginkan Delya, lalu ia yang akan mengurus segalanya. Saat ini pun, Delya sudah merubah konsep pernikahannya

