“Haaahhhhhh....” “Gak usah kaget gitu kali, Kak. Mau kan?” Ledek Kimi pada Delya. Wajah wanita itu kini sudah memerah, terlebih karena melihat tatapan Gibran yang seakan langsung menusuk ke relung hatinya yang terdalam. “Emmhhh... Kena—“ “Tinggal bilang mau aja sih, Kak. Jangan bertele-tele, lagian kalo Kakak gak ada rasa sama Kak Gibran, gak akan mau nginep berdua di Puncak. Bahkan sama Mas Janu aja gak pernah,” Kimi memotong ucapan Delya yang begitu gugup. “Kamu bisa diem dulu gak, De?” Sarkas Delya untuk menghilangkan kegugupan dalam dirinya. Melihat Delya yang terus digoda oleh adiknya sendiri, Gibran berdiri dari tempat duduknya. Pria itu memegang dua pergelangan tangan Delya yang ada disisi kedua tubuh wanita itu, lalu Gibran membawa Delya untuk pindah tempat duduk. Kini Delya d

