Kematian adalah jalan mulus untuk menghubungkan antara Zat yang menciptakan dengan yang diciptakannya. Tetapi, jika kematian itu begitu sangar mengiris nadi, maka hamparan luka, mengerubungi jiwa yang ditinggalkan. Seperti pengelana yang telah kalah telak, aku melemah selemah-lemahnya. Bahkan untuk mengangkat lidahku saja, begitu sulit dan kaku. Di dalam raga yang membatu, aku mendekati wadah, di mana ida dipasung dan dilipat dengan kejamnya. Sahabatku itu, tertekuk perutnya, hingga wajah bersatu dengan kaki. Sakit, rasanya aku dapat merasakan penderitaan tersebut. Tapi ada satu hal yang aku yakini. Yaitu, Ida pergi dalam keadaan suci. Mungkin di dunia ini, ia hanya dianggap sebagai seonggok sampah yang tak berguna. Namun di mata Sang Pencipta, aku percaya, Ida memiliki tempat khusus y

