Siapa yang tidak mengenal Mars Alexander Louis, si berandalan berwajah tampan yang sering membuat onar. Berkelahi sudah menjadi kegiatan rutin untuknya dan teman-teman satu kelompoknya. Terkadang hanya masalah kecil saja bisa membuat Mars naik pitam dan ujung-ujungnya berakhir dengan berkelahi. "Mars," Dua orang anak remaja tanggung seusianya menghampiri Mars di sebuah gedung tua tidak terawat yang disebutnya sebagai markas. Mars menggunakan bangunan tersebut sebagai salah satu tempat berkumpul dengan teman lainnya. "Apa?!" Mars menoleh dengan tatapan tajam seperti biasa. Rambut gondrongnya menutupi alis hingga sebatas mata. Tapi tidak mengurangi kadar ketampanan yang dimiliki Mars. Banyak wanita di sekolahnya yang rela antri menjadi kekasih Mars, meski mereka tau segala keburukan

