Pergi ke Gunung Purba

623 Kata
Haikal berdiam diri di tempatnya, sedang melakukan shalat subuh. Entah ini pagi ke berapa dalam hidupnya, namun ia tetap menyukuri bahwa matahari masih mau terbit untuknya. Hari berganti semakin cepat, tidak ada yang bisa mencegahnya. Dua hari kedepan ia berencana untuk bergi ke gunung api purba, sama seperti sebelumnya, Azza ikut. Namun Diki juga ikut, ia ingin menemani Azza. Masalah kemarin sudah terlupakan, tidak baik jika terus saja kenang karena hanya soal salah paham. Diki juga sudah minta maaf, Azza juga menjelaskan kesalahannya. Tidak perlu di buat panjang lagi. Untuk menebus kesalahannya itu, keluarga Azza mengajak untuk pergi ke gunung purba, sekalian juga Haikal dan Akyas sebagai penelitian tentang datanya. --- Gunung api purba adalah salah satu gunung yang memiliki usia lebih dari seratus tahun. Dengan umurnya yang panjang cocok jika gunung ini di juluki dengan gunung purba. Nglanggeran merupakan desa yang secara administratif terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta. Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba memiliki luas 48 ha. Sedangkan wilayah Desa Nglanggeran memiliki luas 762,0990 ha dengan tata guna lahan sebagian besar digunakan untuk lahan pertanian, perkebunan, ladang dan pekarangan. Pola pemilikan tanah tersebut didominasi oleh tanah kas desa. Jarak Desa Nglanggeran dari ibukota kecamatan adalah 4 km, 20 km dari ibukota kabupaten dan berjarak 25 km dari ibukota propinsi. Batas administratif Desa Nglanggeran adalah sebelah utara desa ngoro-oro, sebelah timur desa nglegi, sebelah selatan desa putat, sebelah barat desa salam. Desa Nglanggeran terdiri dari 5 dusun/pedukuhan yaitu Dusun Karangsari, Dusun Doga, Dusun Nglanggeran Kulon, Dusun Nglanggeran Wetan dan Dusun Gunung Butak. Pusat pemerintahan desa terletak di dusun Doga. Terdapat potensi pariwisata di Desa Nglanggeran yaitu adanya Gunung Nglanggeran dan kini lebih dikenal dengan sebutan Gunung Api Purba. Secara fisiografi Gunung Api Purba Nglanggeran terletak di Zona Pegunungan Selatan Jawa Tengah-Jawa Timur (Van Bemmelen 1949) atau tepatnya di Sub Zona Pegunungan Baturagung (Baturagung Range) dengan ketinggian 700 meter dari permukaan laut dan kemiringan lerengnya curam-terjal (>45%). Gunung Nglanggeran berdasarkan sejarah geologinya merupakan gunung api purba yang berumur tersier ( Oligo- Miosen) atau 0,6 – 70 juta tahun yang lalu. Material batuan penyusun Gunung Nglanggeran merupakan endapan vulkanik tua berjenis andesit (Old Andesite Formation). Jenis batuan yang ditemukan di Gunung Nglanggeran antara lain breksi andesit, tufa dan lava bantal. Singkapan batuan vulkanik klastik yang ditemukan di Gunung Nglanggeran kenampakannya sangat ideal dan oleh karena itulah maka, satuan batuan yang ditemukan di Gunung tersebut menjadi lokasi tipe (type location) dan diberi nama Formasi Geologi Nglanggeran. Beberapa bukti lapangan yang menunjukkan bahwa dahulu pernah ada aktivitas vulkanis adalah banyaknya batuan sedimen vulkank klastik seperti batuan breksi andesit, tufa dan adanya aliran lava andesit di Gunung Nglanggeran. Bentuk kawah Gunung Api Purba Nglanggeran dapat ditemukan di puncak Gunung Nglanggeran. Selain potensi gunung api purbanya, di Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran juga dijumpai fauna dan flora langka, seperti tanaman tremas (tanaman obat yang hanya hidup dikawasan ekowisata Gunung Api Purba), kera ekor panjang serta disekitar Gunung Api Purba berkembang kegiatan seni dan budaya lokal seperti bersih desa dll. Dengan adanya potensi tersebut di Desa Nglanggeran juga pengembangan desa wisata. Jadi ada 2 potensi pengembangan yaitu Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba dan Desa Wisata Pesona Purba Nglanggeran. Untuk desa wisata dikembangkan menuju desa budaya dan desa pendidikan, yang dimana bisa melakukan aktivitas belajar tentang flora fauna, cocok tanam, seni budaya dan juga belajar hidup bermasyarakat dengan tata krama (unggah-ungguh) --- Sejenak Haikal mengingat kuasa Allah yang besar. Gunung-gunung sebabai tiang langit, dan juga sebagai pasak bumi. Walau ia sering ke puncak dulu saat di pesantren, namun yang satu ini ia belum pernah mendakinya. Besok ia akan mendakinya dengan seseorang yang menurutnya spesial. Tapi bukan itu yang ia haraokan saat di sana, yang ia harapkan adalah bisa menyelesaikan data turnya dan bisa lebih mensyukuri kebesaran Ilahi. ---
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN