Episode 31.1

872 Kata
Nglanggeran merupakan desa yang secara administratif terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta. Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba memiliki luas 48 ha. Sedangkan wilayah Desa Nglanggeran memiliki luas 762,0990 ha dengan tata guna lahan sebagian besar digunakan untuk lahan pertanian, perkebunan, ladang dan pekarangan. Pola pemilikan tanah tersebut didominasi oleh tanah kas desa. Jarak Desa Nglanggeran dari ibukota kecamatan adalah 4 km, 20 km dari ibukota kabupaten dan berjarak 25 km dari ibukota propinsi. Batas administratif Desa Nglanggeran adalah : 1. Sebelah utara : Desa Ngoro-oro 2. Sebelah timur : Desa Nglegi 3. Sebelah selatan : Desa Putat 4. Sebalah barat : Desa Salam Desa Nglanggeran terdiri dari 5 dusun/pedukuhan yaitu Dusun Karangsari, Dusun Doga, Dusun Nglanggeran Kulon, Dusun Nglanggeran Wetan dan Dusun Gunungbutak. Pusat pemerintahan desa terletak di dusun Doga. Terdapat potensi pariwisata di Desa Nglanggeran yaitu adanya Gunung Nglanggeran dan kini lebih dikenal dengan sebutan Gunung Api Purba. Secara fisiografi Gunung Api Purba Nglanggeran terletak di Zona Pegunungan Selatan Jawa Tengah-Jawa Timur (Van Bemmelen 1949) atau tepatnya di Sub Zona Pegunungan Baturagung (Baturagung Range) dengan ketinggian 700 meter dari permukaan laut dan kemiringan lerengnya curam-terjal (>45%). Gunung Nglanggeran berdasarkan sejarah geologinya merupakan gunung api purba yang berumur tersier ( Oligo- Miosen) atau 0,6 – 70 juta tahun yang lalu. Material batuan penyusun Gunung Nglanggeran merupakan endapan vulkanik tua berjenis andesit (Old Andesite Formation). Jenis batuan yang ditemukan di Gunung Nglanggeran antara lain breksi andesit, tufa dan lava bantal. Singkapan batuan vulkanik klastik yang ditemukan di Gunung Nglanggeran kenampakannya sangat ideal dan oleh karena itulah maka, satuan batuan yang ditemukan di Gunung tersebut menjadi lokasi tipe (type location) dan diberi nama Formasi Geologi Nglanggeran. Beberapa bukti lapangan yang menunjukkan bahwa dahulu pernah ada aktivitas vulkanis adalah banyaknya batuan sedimen vulkank klastik seperti batuan breksi andesit, tufa dan adanya aliran lava andesit di Gunung Nglanggeran. Bentuk kawah Gunung Api Purba Nglanggeran dapat ditemukan di puncak Gunung Nglanggeran. Selain potensi gunung api purbanya, di Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran juga dijumpai fauna dan flora langka, seperti tanaman tremas (tanaman obat yang hanya hidup dikawasan ekowisata Gunung Api Purba), kera ekor panjang serta disekitar Gunung Api Purba berkembang kegiatan seni dan budaya lokal seperti bersih desa dll. Dengan adanya potensi tersebut di Desa Nglanggeran juga pengembangan desa wisata. Jadi ada 2 potensi pengembangan yaitu Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba dan Desa Wisata Pesona Purba Nglanggeran. Untuk desa wisata dikembangkan menuju desa budaya dan desa pendidikan, yang dimana bisa melakukan aktivitas belajar tentang flora fauna, cocok tanam, seni budaya dan juga belajar hidup bermasyarakat dengan tatakrama (unggah-ungguh) Di Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, belum ada satu pun destinasi wisata yang mendapat restu menggelar uji coba. Hingga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno datang ke Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulon Progo dalam lawatannya ke Yogyakarta pada Senin, 11 Oktober 2021. Sandiaga Uno menjadi pengunjung pertama di Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, yang sudah tutup selama pandemi Covid-19 yang melanda 1,5 tahun belakangan. ""Desa Wisata Nglanggeran ini menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Internasional Best Tourism Village yang digelar Organisasi Pariwisata Dunia PBB atau UNWTO," kata dia. Sebab itu, Sandiaga Uno harus berkunjung ke destinasi wisata yang terkenal dengan gunung api purbanya ini. "Desa ini memiliki wisata edukasi berbasis wisata alam, budaya, dan edukasi dari kearifan lokal dan ada Gunung Api Purba. Ini yang tak boleh dilewatkan," ujarnya. Gunung Api Purba Nglanggeran menjadi salah satu tempat wisata menarik di desa ini. Gunung purba ini memiliki ketinggian 700 mdpl. Pengunjung bisa melihat matahari terbit pada pagi hari dan sunset saat petang. Butuh waktu sekitar 50 menit sampai satu jam dari kaki gunung untuk sampai ke puncaknya. "Ya contohnya di Gunung Api Purba itu lebih banyak orang yang suka petualangan," tutur Sugeng. Ada pula Gunung Lima Jari yang membentang luas, tak jauh dari obyek wisata ini. Pengunjung juga dapat berkemah di Gunung Api Purba Nglanggerang. Camping ground terletak sekitar 50 meter dari puncak. Embung (tampungan air) Kebun Buah Nglanggeran di Desa Wisata Nglanggeran memiliki luas 0,34 Ha, digunakan sebagai pengairan kebun buah durian dan kelengkeng. Jenis durian yang ditanam adalah jenis durian Montong dan kelengkengnya adalah Kane. Terletak sekitar 1,5 KM sebelah tenggara pintu masuk Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba. Embung Nglanggeran adalah Embung pertama di DI.Yogyakarta, dibangun pada pertengahan 2012 dan diresmikan oleh Gubernur D.I.Yogyakarta pada tanggal 19 Februari 2013. Waduk mini yang berada di ketinggian 495 mdpl ini menjadi primadona para pemburu Senja dengan keindahan Sunset yang ditawarkan. Selain itu, menjadi rujukan dan tempat belajar bagi Desa atau daerah yang ingin membangun Embung. Lokasi parkir dikawasan Embung Nglanggeran juga sangat luas cocok digunakan untuk acara Gathering atau temu komunitas, baik motor, mobil ataupun pecinta sepeda. Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran berada diketinggian 700 mdpl, menjadi salah satu spot moment sunrise yang sering diburu para pecinta mentari pagi. membutuhkan waktu sekitar 50-60 Menit untuk bisa sampai kelokasi ini. Gunung Gedhe sebutan puncak barat Gunung Api Purba ini memiliki kondisi yang agak lapang namun tidak bisa digunakan untuk camping/mendirikan tenda. Jika ingin Camping atau mendirikan tenda bisa dengan cukup bergeser kebawahnya saja sekitar 50 meter. Disitu terdapat camping ground yang sangat strategis sekaligus bisa berlindung dari kencangnya angin di Puncak Gunung Api Purba.Dari Puncak Gunung Gedhe kita juga bisa menikmati kemegahan Gunung Lima Jari.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN