Keputusan 2

610 Kata
Keputusan terakhir masih ada pada Nana. Jika ia tidak mau ya sudah, apa boleh buat tidak ada paksaan soal itu. Namun ini juga soal kepentingan untuk data desa ini, bukan soal alasan saja, tapi itu memang benar mereka butuh mengisi data desa dengan acara ini. Tak lama Nana membuka suara, ia mengangguk pelan. Pertimbangannya adalah tentang kebutuhan data bukan soal lebih dekat dengan Rosyid alias itu hannyalah bonus saja. --- Sore mulai datang, tidak ada awan tebal di langit, warna jingga memenuhi langit bagian barat menimbulkan cahaya yang magis. Burung-burung kembali ke sarang mereka sudah kenyang dari mencari makan, tinggal berteduh dalam gelapnya malam, bergantian dengan hewan nokturnal mencari mangsa. Seperti kalong atau burung hantu, mengintai di dahan diam dan mencari momen, strategi ampuh mereka, setiap dari burung-burung itu memiliki ciri khas masing-masing. Udara malam terasa sejuk, langit terhias dengan bintang gemintang membentuk rasi dengan pola yang indah, bulan purnama sempurna menggelanting menjadi saksi setiap permasalahan manusia dan kesempatan untuk mengingat masa lalu mereka. Kadang malam juga menjadi waktu terbaik dalam mengaspirasikan pikiran dalam mengenang dan membuat rencana. Rosyid tahu keputusan Nana, besok mereka akan ikut partisipasi dalam acara memperingati hari pahlawan, ikut dalam hinggar bingar kehidupan. Rosyid masih termenung diam di tempat duduknya ia suka mengamati dari kejauhan, diam ia mengamati jalan depan rumah yang berjarak beberapa meter terpisah dengan pelataran rumah, ia duduk tenang di kursi teras. Sesekali mendongak ke atas, mulai berpikir, “Bila seseorang sedang cinta kepada orang lain, tidak ada hal bahwa ia mengecewakan keputusannya itu dengan menyalahkan dirinya sendiri atau orang lain. Sebab apa pun dan siapa pun uang kita kagumi dan kita berikan kasih sayang, tidak bisa dipungkiri bahwa mereka juga akan pergi suatu hari nanti, apa pun pasalnya.” Ia sedang menghibur hatinya, Rosyid suka diam dan memperhatikan banyak hal dan memahaminya, jika hatinya sedang sepi ia sempatkan dengan bercakap dengan dirinya sendiri atau bercakap dengan alam. Ia melanjutkan, “Hari esok tidak ada ubahnya dengan hari kemarin jika yang kita lakukan sama saja, itu-itu saja tidak ada perubahan atau perkembangan, soalnya itu akan berpengaruh kepada seberapa besar hasilnya esok. Seperti saat kita mencintai, siapa pun yang berani dengan kata itu, maka ia juga harus berani meninggalkan, tertinggal, dan ditinggalkan. Karena setahuku mencintai bukan asal bilang saja, ia adalah kata kerja jadi harus di kerjakan bukan hanya pengharapan. Sering belajar ikhlas dengan sesuatu baik di segala kondisi, besok akan pergi dengan gadis yang baru ia kenal beberapa hari yang lalu, seolah ia hidup di rumah Abah selama ini seperti ada tujuannya dan apakah ini jawaban dari sekian banyaknya cobaan yang aku alami? Tuhan memberi hadiah dengan gadis yang sekali diajari memasak terus bisa begitu saja , hobi yang sama suka makan adalah sebuah syarat saling mencintai? Sebenarnya yang dibutuhkan dalam sebuah pasangan itu saling memiliki kesamaan atau saling melengkapi?” Benar saja, yang dipikirkan Nana juga tentang besok, hari spesial bagi penduduk desa ini untuk memperingati hari pahlawan. Dan apakah baginya juga termasuk hati spesial khusus untuk hatinya? Jika memang ia berpikir demikian apakah itu juga termasuk dari mencari kesempatan dalam kesempitan? Nana dalam bilik kamarnya juga memikirkan hal yang sama apa yang dipikirkan Rosyid, dan untuk yang terakhir kali pasangan itu adalah saling melengkapi bukan saling mencari kesamaan dalam ciri-ciri. Merah membara dalam sebuah ikatan cinta adalah hal yang perlu dibenahi, mereka memiliki kesamaan tapi lemah dalam kekompakan karena api itu berbeda dengan arang, bukan arang karena api, tapi api karena arang, dengan begitu terciptalah merah membara. Seperti lahar dan lava. Perbedaan mereka tidak ada. Persamaan mereka satu, panas. Tapi saling melengkapi. Karena adanya lahar itu karena lava yang mengalir di permukaan bumi yang telah tercampur dengan air, lumpur, dan berbatuan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN