Delapan puluh dua

1205 Kata

Lulu terdiam, ia tak tau harus menanggapi apa kalimat yang menggantung itu. Ingin rasanya ia besar kepala, tapi ia takut akan membuat dirinya malu sendiri atas responnya. Ingin rasanya ia memikirkan yang lain, namun perasaannya sudah terlebih dahulu merespon yang justru membuat pipinya memerah bak kepiting rebus. “Kecuali apa?” tanya Lulu. Cinta tak pernah berbohong, ia akan menunjukkan jati dirinya kepada orang yang tepat. Jika dia benar cinta mu, maka dia akan memberikan respon yang sesuai dengan apa yang di harapkan oleh hati mu. Lulu masih menunggu jawaban dengan hati yang tak tenang, jantungnya berdetak tak karuan dan bahkan ia sudah tidak sabar untuk mendengar jawaban dair Kevin, namun sebisa mungkin ia berusaha untuk menutupi itu meski pada kenyataannya ia tak mampu untuk menutu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN