Delapan puluh tiga

1223 Kata

Rian duduk di tepi ranjangnya, ia terus menerus memperhatikan Widia yangsedang berbaring di sampingnya. Ia bahkan tak menyangka akan mendapatkan hadiah yang sangat cepat dari Tuhan, karena kini Widia sedang mengandung anak pertamanya. Rian mengusap puncak kepala Widia, sesekali ia mencium kening wanita itu dengan sangat lembut sambil ia mengusap pertu Widia yang masih terlihat sangat rata. Merasakan sentuhan di kepalanya dan merasakan ada sesuatu yang sangat lembut di keningnya, Widia terbangun dan tersadar, ia melihat suaminya sedang melemparkan senyuman manis kepada dirinya. “Selamat pagi, sayang” ucap Rian. “Kau selalu saja mengagetkan ku” ucap Widia. “Kenapa? Apa kau bermimpi lagi?” tanya Rian. Sejak kehamilannya, Widia sering kali bermimpi buruk, ia bahkan sering bermimpi bertem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN