Meski sibuk dengan file yang ada di tangannya, Marco tak lupa untuk sesekali melirik wanita yang ada di hadapannya itu. Ia memperhatikan Akira dari ujung rambut sampai ujung kaki, ia benar-benar mengagumi wanita kuat yang kini tengah asyik memainkan ponselnya. Sesekali otak Marco traveling membayangkan kalau wanita itu adalah miliknya, ia membayangkan kalau kini dia bukan lagi seorang pria jomblo melainkan pria beristri. Ia tersenyum, seolah sangat menikmati pemikiran konyol itu. Apa yang terjadi dengan Marco tak luput dari pandangan Akira, ia melihat Marco dengan tatapan bingung. Ia memperhatikan tubuhnya takut-takut ada yang salah sehingga Marco tersenyum kepadanya, namun ia tak menemukan apapun. “Apa kau sedang membayangkan tubuh ku yang indah ini sampai-sampai kau cengengesan sepert

