Rinto bersama keluarganya sedang bersiap-siap untuk pergi menemui Akira, lebih tepatnya untuk melihat Akira secara diam-diam. Ia dan juga Rian bahkan merelakan untuk tidak pergi ke kantor demi menyenangkan hati wanita mereka, wanita yang sangat mereka sayang. "Apa kalian sudah siap?" tanya Rinto. "Pasti dong, Pa. Bahkan kita sudah siap sebelum papa menanyakannya" jawab Riana senang. Bagaimana tidak, ia bahkan sudah sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Akira. "Oke, pesawat siap terbang" canda Rinto, membuat istri dan menantunya tertawa. Rian melajukan mobilnya menuju perusahaan Marco, perusahaan yang sangat ternama yang bahkan tak pernah mereka bayangkan akan mereka kunjungi. Akira masih saja diam, ia masih kesal terhadap Marco yang selalu melakukan hal tak terduga kepada dirinya. B

